“Saya suka banget pakai celana jins. Tetapi susah sekali mencari yang pas. Kadang di waist muat, di pahanya enggak. Kadang sebaliknya. Kadang sambil jalan celananya harus ditarik-tarik karena kebesaran. Setiap kali mau cari celana jins, mesti coba 3-4 pasang untuk mencari yang comfortable,” keluh Tasya, si mantan penyanyi cilik yang kini sudah remaja.

Senada dengan Tasya, pesinetron Asmirandah mengatakan, “Susah juga mencari celana jins yang benar-benar pas. Kadang bagian paha dan pinggul suka enggak sinkron. Kadang malah suka kepanjangan juga.”

Pencarian celana jins yang pas, nyaman, dan bebas masalah bagi seorang wanita mirip perjalanan yang sangat sulit. Menurut penelitian yang dilakukan Levi Strauss terhadap 60.000 perempuan, didapati bahwa lebih dari setengah responden (54 persen), saat mencari celana jins di toko, harus mencoba setidaknya 10 celana yang berbeda sebelum akhirnya menemukan yang tepat dan membelinya. Dengan pencarian sesulit itu, ironisnya, 67 persen perempuan masih percaya bahwa sebenarnya celana jins hanya didesain bagi yang memiliki tubuh seperti model. Lebih parahnya lagi, dari seluruh responden, hanya 28 persen responden merasa jinsnya tepat untuk tubuhnya.

Eden Bunag, Country Manager Levi’s Indonesia, mengatakan, “Sejak kami pertama kali menciptakan jins untuk wanita, 75 tahun lalu, belum pernah ada yang mengubah formula dalam menemukan ukuran jins yang paling pas.” Selama ini, untuk mencari celana jins, kita akan meminta nomor ukuran celana untuk kemudian dicoba. Ketika dibawakan celana nomor yang diminta, ternyata tak muat, maka Anda pun akan mencoba beberapa nomor lain. Sudah menemukan nomor yang pas, tetapi ternyata bahannya tak nyaman. Lalu, pindah merek, eh, ternyata, nomornya berbeda. Uh, rasanya kesal sekali. Read the rest of this entry »


 

Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda. MEMILIKI tubuh tinggi besar, ataupun gemuk bukan berarti tak bisa mengenakan maxi dress. Begitu juga dengan tubuh kecil mungil. Intinya, bukan tubuh yang menyesuaikan busana, tapi justru sebaliknya.

Musim panas identik dengan sinar matahari yang kadang tidak bersahabat. Namun, bukan berarti Anda harus menyepelekan penampilan. Justru di musim ini, Anda bisa tampil gaya dengan pilihan fesyen yang tepat.

Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress. Berikut, trik yang wajib Anda ikuti bila ingin mengenakan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda.

1. Jika Anda bertubuh mungil, sebaiknya berpikir cermat sebelum mengenakan maxi dress. Hindari dress ”penuh” yang akan membuat tubuh Anda tenggelam.

2. Jika Anda memiliki bobot tubuh besar, maxi dress bisa menjadi pilihan sempurna untuk menutupi lemak di pinggul, paha, dan bokong. Maxi dress berpotongan leher V atau halter neck akan membuat siapapun yang bertubuh besar tampak lebih langsing.

3. Apabila Anda bertubuh tinggi dan memiliki kaki panjang, akan lebih baik jika menggunakan sandal ataupun sepatu datar sebagai pelengkap maxi dress Anda. Sebab penggunaan high heels, ataupun wedges hanya akan membuat maxi dress yang Anda kenakan terlihat terlalu banyak detail.

4. Jika Anda bertubuh kecil, hindari penggunaan sandal ataupun sepatu datar karena akan membuat tubuh Anda tampak lebih kecil. Sebaliknya, penggunaan high heels atau wedges akan sangat membantu. Read the rest of this entry »


 

Satu lagi hasil karya asli Indonesia, KEBAYA , seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi. Namun bukan hanya itu, kebaya juga menjadi simbol nasionalisme wanita Indonesia.

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain. Namun pada akhir abad ke-19, kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia.

Selain itu, kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional. Perjalanan panjang kebaya pun ikut memengaruhi bentuk kebaya yang digunakan perempuan Indonesia.

Dokumentasi lama dari abad ke-19 milik keluarga keraton (Surakarta, Yogyakarta, Cirebon) di tanah Jawa masih merekam kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya. Gelang dan jam dikenakan di luar lengan kebaya, sementara bros serangkai tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup. Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan.

Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya. Namun, beludru, sutra, dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antarnegara.

Kurun abad ke-19 dan masa pergerakan awal abad ke-20 adalah kala gemilang bagi kebaya, yang juga digunakan kaum pendatang Eropa dan China dengan ragam penyesuaiannya. Misalnya kebaya bangsawan dan keluarga keraton terbuat dari sutra, beludru, dan brokat dengan hiasan sulam emas, sementara golongan awam mengenakan bahan katun dan tenun kasar.

Kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan kebaya berbahan katun halus dengan aksen lace di pinggirnya. Adapun kaum Tionghoa menggunakan kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazim disebut kebaya encim.

Seiring berjalannya waktu, kebaya berubah dan sempat tergerus zaman. Apalagi pada masa pendudukan Jepang, saat kreativitas dan produktivitas bangsa ditekan hingga level yang paling rendah.

Pendudukan Jepang di Indonesia memutus jalur perdagangan tekstil dan perlengkapan penunjangnya, akhirnya banyak rumah produksi kebaya tutup dan hanya sedikit perusahaan batik yang bisa bertahan.

Sejak masa itu, jejak kebaya sedikit terhapus, namun para wanita pejuang kemerdekaan yang masih menggunakan kebaya (kebanyakan jenis kebaya Kartini dan kebaya encim), kembali memopulerkannya, kendati harus bersaing dengan busana barat yang dianggap lebih “memerdekakan” perempuan dari simbolisasi kebaya masa lalu, yang mengungkung perempuan dalam lilitan korset dan kain panjang. Namun sekali lagi, anak bangsa membuktikan kreativitasnya.

Kebaya pun kembali bangkit dari keterpurukannya, bersama dengan maraknya batik, kebaya pun terangkat kepopulerannya. Sebut saja Rumah Mode Prajudi ataupun Iwan Tirta yang berjasa besar melestarikan busana nasional tersebut, sehingga kebaya pun terus lestari di tangan para generasi penerus.

Awal 1990-an, Ghea Panggabean menghadirkan kebaya “gaya baru” menggunakan material sutera organdi dengan sulaman khas keraton. Ghea pun berhasil meyakinkan bahwa kebaya bisa dipakai sebagai busana kontemporer dengan padu padan tidak terbatas hanya dengan kain panjang atau sarung.

Kebaya ala Ghea ini pun menjadi populer sebagai busana kaum elite, dan pada akhirnya banyak dikembangkan desainer lokal lain. “Kebaya itu unik karena sangat mudah beradaptasi terhadap setiap jenis bawahan, bisa dikenakan untuk setiap acara,dan seksi,” kata Ghea.

Tak heran bila kebaya bisa bertahan memasuki milenium baru dan tentu hal ini tidak terlepas dari jasa semua perancang yang mendesain kebaya sebagai busana kontemporer.

Ghea juga menjelaskan, awalnya perempuan di Indonesia mengenakan kain yang dililitkan di tubuh yang kemudian berkembang dengan atasan berkerah bulat atau berbentuk T.

“Karena waktu itu belum ada kancing, maka untuk menyatukan atasan yang memakai belahan tengah di bagian depan ini dipakai peniti dan bros,” sambungnya, menjelaskan industri bros dan aksesori lain yang ikut berkembang dengan kebaya.

Namun, bukan hanya di tangan Ghea kebaya modern berevolusi. Kita kini mengenal kebaya Ramli, Anne Avantie, Marga Alam, ataupun Amy Atmanto, para desainer yang serius menggarap kebaya dengan sentuhan kontemporer tanpa harus kehilangan nilai sejarahnya. Sebutlah Amy Atmanto yang setiap tahunnya selalu menghadirkan kreasi baru kebaya, baik secara pola, siluet, cutting, maupun material.

Di tangan Amy, kebaya bukan hanya berbahan sutra, katun, ataupun beludru, melainkan merambah ke jalur sifon, shantung, lace, ataupun jenis tekstil lainnya, yang kemudian ditingkahi teknik bordir, renda, pilin, lipit, layer hingga quilt untuk mewarnai kemegahan kebaya.

Tidak ketinggalan juga aplikasi ornamen penuh kilau macam payet, kristal, atau batu-batu mulia, sehingga kebaya bukan lagi sebuah busana, melainkan sebuah karya seni. Alasan itu juga yang membuat Amy menyebut setiap koleksinya sebagai masterpiece.

“Every piece is a masterpiece, karena dirancang dengan kekhasan tersendiri, khusus bagi masing-masing individu,” tutur desainer yang dipercaya menjadi ambasador Swarovski ini.


 

Seperti biasa, bulan September semakin dekat, pelaku mode di New York, London, Milan, dan Paris semakin sibuk mempersiapkan pergelaran mode enam bulanan. Musim mendatang, London kembali akan merayakan pesta mode London Fashion Week yang mendapat jadwal tepat setelah New York Fashion Week.

Adapun lokasi utama pekan mode London akan bertempat di Somerset House di mana nama-nama besar seperti Matthew Williamson, Mark Fast, serta label ikonik Inggris Burberry akan mempertunjukkan koleksi terbaru musim semi dan musim panas 2011.

Rangkaian koleksi terbaru para peritel serta desainer muda layaknya Topshop, Meadham Kirchhoff, Michael Van Der Ham, Mary Katrantzou, Richard Nicoll, Peter Pilotto, dan Fashion East akan bertempat di lokasi baru, Eurostar Terminal, yang berada di seberang Waterloo Bridge, hanya beberapa menit dari lokasi utama.

Sebelumnya, Topshop mempertunjukkan koleksinya di University of Westminster dan kemudian hijrah ke Flower Cellars yang berlokasi di Russell Street. Adapun merayakan lokasi baru pertunjukan, Topshop menjanjikan pergelaran spektakuler, termasuk pelayanan katering istimewa. Seperti apa? Kita lihat saja nanti.


 

KArena banyaknya suku dan adat istiadat di Indonesia maka pernikahan pun mejadi memiliki keunikan tersendiri di setiap daerah. Pernikahan merupakan suatu acara yang dinilai sakral untuk menyatukan dua insan yang hendak bersatu dan membentuk keluarga. Melalui pernikahan, tak hanya kedua insan yang akan berkepentingan, namun keluarga dari masing-masing mempelai juga akan menyatu. Pada hari kedua insan tersebut bertukar ikrar, kedua orangtua dan handai taulan akan saling memberi doa restu kepada mereka, beserta semat harapan untuk masa depan mereka.

Di Indonesia, ada banyak suku, masing-masing suku tersebut memiliki adat istiadatnya. Tetapi keberagaman tersebut memiliki kesamaan, salah satunya dalam menyambut hari pernikahan. Hari pernikahan di masing-masing suku dianggap menjadi suatu hal yang sakral dan perlu disambut dengan cara, kebiasaan, serta interpretasi yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah nilai budaya yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri yang tak pelak harus dilestarikan. Sedikit banyak, hal-hal budaya semacam ini merupakan identitas bangsa kita.

Melihat pentingnya melestarikan budaya ini, Bella Donna Group dan Shangri La Hotel Jakarta bekerja sama menggelar acara pameran pernikahan adat yang diberi nama Mahligai Megah Nusantara. Acara yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Agustus 2010 di hotel Shangri La Jakarta ini akan menampilkan 7 budaya pernikahan Indonesia. Ketujuh budaya yang dikedepankan antara lain; Betawi, Batak, Minang, Palembang, Sunda, Jawa, dan China Peranakan.

“Tak hanya pameran, tetapi acara ini juga ditujukan untuk mengedukasi para pengunjung. Di antaranya, lewat dekorasi di masing-masing anjungan adat, ditambah lagi lewat tulisan keterangan di depan masing-masing anjungan, juga dengan pasangan pengantin yang mengenakan busana adat masing-masing budaya,” jelas Diany Pranata Chandra, selaku pimpinan Bella Donna Group.

Seperti yang dijelaskan Diany, yang bercita-cita untuk melestarikan budaya pernikahan tradisional sebelum diklaim oleh bangsa lain lagi, ajang ini dikreasikan untuk mengedukasi para calon mempelai mengenai adat pernikahan tradisional. Selain yang disebutkan di atas, para pengunjung bisa menikmati show tata cara umum pernikahan adat. Untuk hari ini, Minggu (15/8/2010), tertulis pada jadwal, akan ada show pernikahan suku Minang pada pukul 13.00, dilanjuti dengan peragaan busana Wangie Fashion House dan Ferry Setiawan pada pukul 14.00. Kemudian dilanjuti dengan traditional show adat Sunda, pada pukul 16.00, dan diakhiri dengan peragaan busana oleh Ivan Gunawan pada pukul 19.30.

Sementara esok, Senin (16/8/2010) akan ada perlombaan rias pengantin berturut-turut mulai dari PAES Modifikasi Nusantara, Non PAES Modifikasi Nusantara, dan Komersial Internasional mulai dari pukul 10.30. Diteruskan dengan peragaan busana cheong sam dari beberapa perancang, serta peragaan busana dari Widhi Budimulia pada pukul 16.30 hingga selesai. Pada hari terakhir, Selasa (17/8/2010), akan ada peragaan busana oleh APPMI pada pukul 13.00, lalu traditional show adat Betawi pada pukul 14.30, dan peragaan busana dari beberapa desainer lainnya.


 

SEBAGAI langkah awal kampanye pencanangan “Menuju Indonesia Menjadi Kiblat Muslim Fesyen Dunia pada 2020″, Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), menggelar Indonesia Islamic Fashion Fair (IFFF) pada 12 Agustus 2010.

Bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta, IIFC memiliki beberapa tujuan, di antaranya menjadikan acara ini sebagai salah satu fesyen tahunan berskala internasional. Setara dengan Hong Kong Fashion Week, New York Fashion Week, dan Paris Fashion Week.

IIFF juga diharapkan bisa membuka jalan dan memfasilitasi pelaku fesyen muslim Indonesia menjadi pemasok fesyen muslim tingkat dunia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada 2020.

“Anggota APPMI yang berjumlah 180 terdiri dari 30 anggota yang berkecimpung di bisnis busana muslim. Indonesia menjadi pusat busana muslim di tahun 2020. Saya pikir, masuk akal untuk kita berbenah diri, yang dimana stakeholder ada di sini. Di mana tahun depan mungkin makin banyak stakeholder yang bergabung akan membuat acara ini lebih besar. Artinya, akan membuat lebih menampung sumber daya manusia untuk dikaryakan. Jadi ini sebetulnya harus menjadi gerakan nasional,” papar Taruna Kusmayadi, Chairman IIFF dalam konferensi pers Indonesia Islamic Fashion Consortium di Multi Function Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2010).
Read the rest of this entry »


 

MODE dan seni adalah dua hal yang saling terkait. Di dunia modern, seni menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Hal itu bisa ditelusuri dari sejarahnya hingga ratusan tahun lalu.

Kendatipun pada abad ke-21,baik mode maupun seni semakin menampakkan sisi komersialnya, keduanya tetap saling berhubungan walau tidak seerat dulu. Pada masa lalu, couturier Prancis Paul Poiret kerap mengambil inspirasi dari lukisan bergaya impresionis hasil kreasi Picasso, Francis Picabia, Maurice Vlaminck, Matisse, Dufy, Rouault, Utrillo, ataupun Andre Derain. Tidak hanya lukisan, seni teater juga memberikan banyak pengaruh terhadap gaya rancangan Poiret.

Dalam sebuah wawancara, Poiret mengatakan kehidupannya sebagai perancang lekat dengan teater. Apalagi Poiret memang berangkat dari desainer kostum untuk teater. Dia kerap membuat rancangan bernapas teatrikal dalam warna cerah yang menjadi ciri khasnya.

Tentu saja, kolaborasi mode dan seni tidak hanya dilakukan Poiret. Di dunia modern saat ini, seni tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Di panggung tersebut, inspirasi desainer tertuang tanpa batas. Lihat saja yang dilakukan John Galliano untuk Dior dengan ”mencontek” gaya busana geisha Jepang yang dipadukan bersama busana para putri Versailles atau Alexander McQueen yang mengambil lukisan dan patung dari Chapel Sistine sebagai motif cetak untuk koleksi pamungkasnya.

Di Indonesia, mode dan seni juga sekali lagi menunjukkan kolaborasinya. Kali ini melalui pergelaran Destination Art Wonderland yang dipersembahkan Mastercard. Vice President & Senior Country Manager Mastercard Indonesia Vadyo Munaan mengatakan, acara pameran yang dihelat di Onfive Grand Hyatt Jakarta tersebut sebagai bentuk dukungan Mastercard terhadap karya seni para seniman muda Indonesia.

”Dengan acara ini, kami bermaksud memberikan kesempatan kepada para seniman muda Indonesia untuk memamerkan karya cipta mereka ke kalangan yang lebih luas,” tutur Vadyo.

Adapun para seniman muda tersebut adalah Angki Purbandono, Badzruzzaman, Hendra Harsono, dan Theresia Agustina Sitompul yang merupakan seniman bimbingan Vivi Yip dari Vivi YipArt Room.

Tidak hanya melalui lukisan dan patung, Destination Art Wonderland juga menampilkan sisi mode dengan mengundang Sally Koeswanto yang menghadirkan dua koleksi adibusananya.

”Saya menampilkan dua koleksi yang mewakili citra seni kontemporer,” ujar Sally yang datang mengenakan busana serbahitam dalam gaya rock chic.

Desainer yang terpilih sebagai Ksatria Mode versi majalah Dewi ini menampilkan dua gaun adibusana dalam warna kontras, hitam dan putih.

”Yang hitam itu mewakili sisi though seorang wanita,” papar Sally.

Bustier, harness, dan draperi yang menjadi ciri khas rancangan Sally terlihat menonjol dalam koleksi tersebut. Sementara, untuk menambah kesan avant-garde, desainer asal Surabaya itu melengkapi rancangannya dengan hairpiece yang terbuat dari potongan gagang kacamata dan akar-akaran.

Adapun untuk gaun putih, yang menggambarkan sisi feminin seorang perempuan, Sally memilih tampilan lembut melalui potongan ala maid dengan train panjang berdetail pita yang mengalir dari pinggang.

”Seni adalah bagian dari mode dan begitu juga sebaliknya,” ujar Sally, yang juga mengatakan dirinya kerap kali terinspirasi saat melihat sebuah karya seni, entah itu lukisan, patung, ataupun arsitektur.

Apa yang dikatakan Sally merepresentasikan hubungan yang tak pernah putus antara mode dan seni, terutama sepanjang abad ke- 20. Keduanya saling memengaruhi sehingga tercipta aliran seni modern. Dokumentasi kolaborasi seni dan mode yang terus berkembang bahkan bisa dilihat dari perjalanan mode berevolusi dari citra grande menjadi lebih minimalis, praktis, dan dinamis. Tidak hanya segi siluet, desainer pun ikut mengembangkan seni modern ke dalam berbagai media.


 

DALAM dunia fashion, haute couture adalah identitas dan simbol prestise. Namun di era ready-to-wear, sinar haute couture semakin meredup dan rumah mode memilih pertunjukkan privat ketimbang show grande dan pergelaran avant-garde yang dulu menjadi ciri khas haute couture.

Kebangkrutan Christian Lacroix serta mundurnya Givenchy dari pergelaran Paris Haute Couture menjadi bukti nyata meredupnya lampu haute couture. Dalam pernyataannya pada media, Givenchy telah memutuskan untuk tidak lagi mempertunjukkan koleksi adibusananya di catwalk Paris Haute Couture. Sebaliknya, Givenchy hanya akan mempertunjukkan koleksi tersebut secara privat kepada para klien serta editor mode. Ricardo Tisci, Direktur Kreatif Givenchy mengatakan untuk dirinya akan mendesain 10 koleksi adibusana yang akan dipertunjukkan secara tertutup di sebuah town house dari abad ke-18 yang berada dalam kompleks Place Vendome di Paris.

“Kami ingin menghadirkan couture dalam suasana yang lebih istimewa dan personal bagi para klien, bukan hanya sekedar pertunjukkan catwalk,” papar Tisci. ”Dalam pertunjukkan tertutup, konsumen bisa mendapatkan couture moment dengan lebih kental,” sambungnya.
Read the rest of this entry »


 

Barang-barang yang dirawat dengan benar akan tahan lebih lama dan memudahkan Anda setiap kali akan digunakan. Lebih hemat menjaga barang dalam keadaan rapi dan bersih ketimbang selalu memberi baru. Tas tangan contohnya. Tas tangan saat ini sudah seperti perhiasan, harganya bisa mencapai jutaan, bahkan ratusan juta. Meski tak semahal itu pun, tetap saja tas tangan yang dimiliki, apalagi yang terbuat dari bahan-bahan rentan rusak, seperti kulit, harus dirawat sebaik mungkin. Berikut tips untuk merawat tas tangan agar tetap terjaga baik.

1. Saat tak digunakan, selalu bungkus tas tangan agar terhindar dari debu. Gunakan penutup tas yang biasanya diberikan dari toko, atau gunakan sarung bantal yang terbuat dari bahan lembut dan alami.

2. Perhatikan kebersihan tangan Anda saat memegang tas. Hindari menggenggam langsung pegangan tas tangan dengan telapak tangan. Anda pasti setuju, telapak tangan adalah salah satu bagian tubuh yang tanpa sadar, merupakan bagian yang memiliki kuman dalam jumlah banyak. Selain itu, dari penggunaan lotion pun bisa menyebabkan kulit pada tas terlihat kehitaman. “Sebaiknya sampirkan saja tasnya di lengan, jangan menggenggam pada pegangannya. Apit di lekuk sikut. Dengan begini, Anda bisa menghindari kerusakan pada pegangan tas akibat terpapar dari lotion atau kotoran yang melekat pada telapak tangan,” jelas Ticco Chandra, pemilik Colorwash, jasa pencucian profesional khusus tas dan sepatu kulit kepada Kompas Female.

3. Jangan isi tas dengan barang-barang berat, karena bisa merusak bentuk aslinya. Hindari pula membawa pulpen tanpa tutup atau pulpen yang menggunakan pegas otomatis di bagian belakangnya, karena bisa tanpa sengaja mengeluarkan ujung pulpen dan menodai bagian dalam tas. Pulpen yang asal taruh, meski dengan tutup pun bisa menusuk dan merusak bentuk tas. Sebaiknya taruh di dalam kotak pensil tersendiri untuk jaga-jaga. Jangan pula mencoba menggunakan bagian luar tas sebagai tatakan tulisan, ujung pulpen bisa menembus kertas dan menodai tas. Read the rest of this entry »


 

LEE Cooper kembali meluncurkan koleksi baru untuk musim gugur-dingin 2010. Koleksi tersebut diberi nama Get Smart.

Koleksi ini terinspirasi oleh Mod Fashion dari London di akhir tahun 1950-an. Beberapa elemen penting produknya antara lain rapi, dipengaruhi British music atau brit pop, seperti The Beatles, Oasis, Radiohead, Blur dan gaya Italian motor scooters.

”Gaya Mods pria menekankan gaya khas stelan dengan kemeja rapi, dasi ramping, blazer dengan ciri kerah yang sempit dan juga sepatu kulit yang runcing,” jelas Marketing Manager PT Lee Cooper Indonesia Suharti Sadja dalam keterangan pers yang diterima redaksi okezone, Rabu (14/7/2010).

Sedangkan Mods wanita, kata Suharti, lebih menekankan gaya Androgyny, yaitu perpaduan antara gaya feminim dan maskulin. Hal ini terlihat dari koleksinya yang sebagian besar slim fitted, baik bagi pria maupun wanita.

”Koleksi ini terdiri dari celana, jacket knit, vest knit, t-shirt dan kemeja untuk pria dan wanita, termasuk denim skirt merupakan koleksi Get Smart dari brand asal Inggris ini,” jelas wanita supel ini.

Untuk koleksi celana, potongan slim fit dan straight fit tersedia untuk pria dan potongan skinny untuk wanita termasuk celana tiga perempat yang juga berpotongan skinny. Harga koleksi ini dibandrol mulai Rp269.500-Rp 469.500.


 
« Older Entries