pakaian.bizPakaian |

|
Hanya karena Anda memakai jilbab, tidak berarti Anda tidak bisa mengikuti tren. Meskipun begitu, Anda tetap harus memilih-milih item yang ingin Anda kenakan. Monika Jufry, pemilik rumah mode dan butik muslim Sessa, memberikan masukan bagi Anda yang ingin tetap cantik berjilbab namun tidak menyalahi kaidah. * Gunakan dress atau atasan dengan model kelelawar dengan corak yang abstrak atau animal print (hanya coraknya, RED). * Padukan dengan legging katun polos yang tidak menampilkan lekukan tubuh, dan warna kulit. * Gaun-gaun draperi dengan cutting yang tidak beraturan atau menampilkan sedikit kerut masih menjadi tren tahun ini. * Gunakan bahan-bahan chiffon silk atau gaun yang melambai dengan warna polos. Padukan dengan manset bercorak. * Tunik abaya atau long dress dengan corak abstrak, hindari terlalu banyak ruffle. * Hindari terlalu banyak ornamen atau detail pada pakaian jika menggunakan terusan bercorak ramai. * Warna terang dan warna-warna tertier (campuran beberapa warna) menjadi tren tahun ini. * Gunakan penutup kepala yang simpel dengan korsase (tidak harus berbentuk bunga, tapi lebih bergaya abstrak). Padukan juga dengan sedikit tumpukan kancing atau origami pada penutup kepala polos. Hindari full payet. Yang harus dihindari oleh perempuan berjilbab: * Jangan menggunakan legging yang transparan atau memperlihatkan warna kulit. Legging bukanlah celana panjang, sehingga hanya boleh digunakan ketika memakai abaya atau terusan panjang. Jika Anda menggunakan terusan yang terlihat agak transparan, maka legging akan digunakan sebagai dalaman. * Memvariasikan bentuk-bentuk kerudung memang sedang tren. Tetapi jangan sampai kerudung yang Anda modifikasi memperlihatkan salah satu aurat. Misalnya, telinga ataupun leher Anda. * Pakaian yang cenderung tipis, harus dilapisi. Batas penggunaan pakaian atasan adalah hingga ke pergelangan tangan. Sedangkan panjang bawahan hingga ke mata kaki. * Hindari penggunaan pelapis tangan yang saat ini sedang tren. Karena umumnya pelapis tangan membentuk lekuk tubuh dan transparan. Incoming search terms for the article:
|
|
|
January 5th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
TREN warna busana 2010 memang mengusung palet cerah sepanjang tahun. Namun yang menjadi garis tren utama adalah barisan warna agresif nan unik, salah satunya nuansa pink hingga fuschia. Para pakar mode dunia setuju, di tahun 2010, warna cerah tidak lagi hanya digunakan saat musim semi. Melainkan menjadi palet yang wajib ada hingga tahun berakhir. Lihat saja panggung-panggung desainer terkemuka di pekan mode internasional. Hampir seluruhnya tampil atraktif dengan menyuguhkan palet ceria dalam berbagai nuansa, mulai dari citra feminin dengan motif floral hingga yang bergaya retro dalam balutan warna elektrik khas tahun 80-an. Namun, bila ditarik satu garis lurus dari satu pergelaran ke pergelaran lainnya, terdapat beberapa warna yang menjadi garis tren utama. Bila kuning mencuat tahun lalu, maka di awal tahun ini, warna yang memegang peranan penting adalah tone pink hingga fuschia. Seperti halnya warna lainnya, koleksi pink ini pun tampil dalam beragam rasa. Baik hadir solo dalam kemasan single tone ataupun terlihat semarak dengan teknik polikromatik. Panggung mode dari Eropa hingga Asia pun terkena demam pink spring, terbukti dengan hadirnya palet feminin ini di banyak koleksi desainer. Eropa diwakili label kawakan Burberry Prorsum. Di tangan Christopher Bailey, sang direktur kreatif, pink tidak lagi tampil konservatif, melainkan hadir kontemporer dalam kemasan gaun lengkap dengan mantel panjang. Sebagai aksen, Bailey menghadirkan ikat pinggang logam yang melilit manis, senada dengan aksesori gelang bertumpuk serta clutch. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article:
|
|



