Archive for » July, 2010 «

The Art of Fashion

MODE dan seni adalah dua hal yang saling terkait. Di dunia modern, seni menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Hal itu bisa ditelusuri dari sejarahnya hingga ratusan tahun lalu.

Kendatipun pada abad ke-21,baik mode maupun seni semakin menampakkan sisi komersialnya, keduanya tetap saling berhubungan walau tidak seerat dulu. Pada masa lalu, couturier Prancis Paul Poiret kerap mengambil inspirasi dari lukisan bergaya impresionis hasil kreasi Picasso, Francis Picabia, Maurice Vlaminck, Matisse, Dufy, Rouault, Utrillo, ataupun Andre Derain. Tidak hanya lukisan, seni teater juga memberikan banyak pengaruh terhadap gaya rancangan Poiret.

Dalam sebuah wawancara, Poiret mengatakan kehidupannya sebagai perancang lekat dengan teater. Apalagi Poiret memang berangkat dari desainer kostum untuk teater. Dia kerap membuat rancangan bernapas teatrikal dalam warna cerah yang menjadi ciri khasnya.

Tentu saja, kolaborasi mode dan seni tidak hanya dilakukan Poiret. Di dunia modern saat ini, seni tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Di panggung tersebut, inspirasi desainer tertuang tanpa batas. Lihat saja yang dilakukan John Galliano untuk Dior dengan ”mencontek” gaya busana geisha Jepang yang dipadukan bersama busana para putri Versailles atau Alexander McQueen yang mengambil lukisan dan patung dari Chapel Sistine sebagai motif cetak untuk koleksi pamungkasnya.

Di Indonesia, mode dan seni juga sekali lagi menunjukkan kolaborasinya. Kali ini melalui pergelaran Destination Art Wonderland yang dipersembahkan Mastercard. Vice President & Senior Country Manager Mastercard Indonesia Vadyo Munaan mengatakan, acara pameran yang dihelat di Onfive Grand Hyatt Jakarta tersebut sebagai bentuk dukungan Mastercard terhadap karya seni para seniman muda Indonesia.

”Dengan acara ini, kami bermaksud memberikan kesempatan kepada para seniman muda Indonesia untuk memamerkan karya cipta mereka ke kalangan yang lebih luas,” tutur Vadyo.

Adapun para seniman muda tersebut adalah Angki Purbandono, Badzruzzaman, Hendra Harsono, dan Theresia Agustina Sitompul yang merupakan seniman bimbingan Vivi Yip dari Vivi YipArt Room.

Tidak hanya melalui lukisan dan patung, Destination Art Wonderland juga menampilkan sisi mode dengan mengundang Sally Koeswanto yang menghadirkan dua koleksi adibusananya.

”Saya menampilkan dua koleksi yang mewakili citra seni kontemporer,” ujar Sally yang datang mengenakan busana serbahitam dalam gaya rock chic.

Desainer yang terpilih sebagai Ksatria Mode versi majalah Dewi ini menampilkan dua gaun adibusana dalam warna kontras, hitam dan putih.

”Yang hitam itu mewakili sisi though seorang wanita,” papar Sally.

Bustier, harness, dan draperi yang menjadi ciri khas rancangan Sally terlihat menonjol dalam koleksi tersebut. Sementara, untuk menambah kesan avant-garde, desainer asal Surabaya itu melengkapi rancangannya dengan hairpiece yang terbuat dari potongan gagang kacamata dan akar-akaran.

Adapun untuk gaun putih, yang menggambarkan sisi feminin seorang perempuan, Sally memilih tampilan lembut melalui potongan ala maid dengan train panjang berdetail pita yang mengalir dari pinggang.

”Seni adalah bagian dari mode dan begitu juga sebaliknya,” ujar Sally, yang juga mengatakan dirinya kerap kali terinspirasi saat melihat sebuah karya seni, entah itu lukisan, patung, ataupun arsitektur.

Apa yang dikatakan Sally merepresentasikan hubungan yang tak pernah putus antara mode dan seni, terutama sepanjang abad ke- 20. Keduanya saling memengaruhi sehingga tercipta aliran seni modern. Dokumentasi kolaborasi seni dan mode yang terus berkembang bahkan bisa dilihat dari perjalanan mode berevolusi dari citra grande menjadi lebih minimalis, praktis, dan dinamis. Tidak hanya segi siluet, desainer pun ikut mengembangkan seni modern ke dalam berbagai media.


Meredupnya Sinar Haute Couture

DALAM dunia fashion, haute couture adalah identitas dan simbol prestise. Namun di era ready-to-wear, sinar haute couture semakin meredup dan rumah mode memilih pertunjukkan privat ketimbang show grande dan pergelaran avant-garde yang dulu menjadi ciri khas haute couture.

Kebangkrutan Christian Lacroix serta mundurnya Givenchy dari pergelaran Paris Haute Couture menjadi bukti nyata meredupnya lampu haute couture. Dalam pernyataannya pada media, Givenchy telah memutuskan untuk tidak lagi mempertunjukkan koleksi adibusananya di catwalk Paris Haute Couture. Sebaliknya, Givenchy hanya akan mempertunjukkan koleksi tersebut secara privat kepada para klien serta editor mode. Ricardo Tisci, Direktur Kreatif Givenchy mengatakan untuk dirinya akan mendesain 10 koleksi adibusana yang akan dipertunjukkan secara tertutup di sebuah town house dari abad ke-18 yang berada dalam kompleks Place Vendome di Paris.

“Kami ingin menghadirkan couture dalam suasana yang lebih istimewa dan personal bagi para klien, bukan hanya sekedar pertunjukkan catwalk,” papar Tisci. ”Dalam pertunjukkan tertutup, konsumen bisa mendapatkan couture moment dengan lebih kental,” sambungnya.
more »

Incoming search terms for the article:


Rawat Tas Tangan Agar Awet dan Cantik Senantiasa

Barang-barang yang dirawat dengan benar akan tahan lebih lama dan memudahkan Anda setiap kali akan digunakan. Lebih hemat menjaga barang dalam keadaan rapi dan bersih ketimbang selalu memberi baru. Tas tangan contohnya. Tas tangan saat ini sudah seperti perhiasan, harganya bisa mencapai jutaan, bahkan ratusan juta. Meski tak semahal itu pun, tetap saja tas tangan yang dimiliki, apalagi yang terbuat dari bahan-bahan rentan rusak, seperti kulit, harus dirawat sebaik mungkin. Berikut tips untuk merawat tas tangan agar tetap terjaga baik.

1. Saat tak digunakan, selalu bungkus tas tangan agar terhindar dari debu. Gunakan penutup tas yang biasanya diberikan dari toko, atau gunakan sarung bantal yang terbuat dari bahan lembut dan alami.

2. Perhatikan kebersihan tangan Anda saat memegang tas. Hindari menggenggam langsung pegangan tas tangan dengan telapak tangan. Anda pasti setuju, telapak tangan adalah salah satu bagian tubuh yang tanpa sadar, merupakan bagian yang memiliki kuman dalam jumlah banyak. Selain itu, dari penggunaan lotion pun bisa menyebabkan kulit pada tas terlihat kehitaman. “Sebaiknya sampirkan saja tasnya di lengan, jangan menggenggam pada pegangannya. Apit di lekuk sikut. Dengan begini, Anda bisa menghindari kerusakan pada pegangan tas akibat terpapar dari lotion atau kotoran yang melekat pada telapak tangan,” jelas Ticco Chandra, pemilik Colorwash, jasa pencucian profesional khusus tas dan sepatu kulit kepada Kompas Female.

3. Jangan isi tas dengan barang-barang berat, karena bisa merusak bentuk aslinya. Hindari pula membawa pulpen tanpa tutup atau pulpen yang menggunakan pegas otomatis di bagian belakangnya, karena bisa tanpa sengaja mengeluarkan ujung pulpen dan menodai bagian dalam tas. Pulpen yang asal taruh, meski dengan tutup pun bisa menusuk dan merusak bentuk tas. Sebaiknya taruh di dalam kotak pensil tersendiri untuk jaga-jaga. Jangan pula mencoba menggunakan bagian luar tas sebagai tatakan tulisan, ujung pulpen bisa menembus kertas dan menodai tas. more »

Incoming search terms for the article:


Lee Cooper Luncurkan Koleksi Get Smart

LEE Cooper kembali meluncurkan koleksi baru untuk musim gugur-dingin 2010. Koleksi tersebut diberi nama Get Smart.

Koleksi ini terinspirasi oleh Mod Fashion dari London di akhir tahun 1950-an. Beberapa elemen penting produknya antara lain rapi, dipengaruhi British music atau brit pop, seperti The Beatles, Oasis, Radiohead, Blur dan gaya Italian motor scooters.

”Gaya Mods pria menekankan gaya khas stelan dengan kemeja rapi, dasi ramping, blazer dengan ciri kerah yang sempit dan juga sepatu kulit yang runcing,” jelas Marketing Manager PT Lee Cooper Indonesia Suharti Sadja dalam keterangan pers yang diterima redaksi okezone, Rabu (14/7/2010).

Sedangkan Mods wanita, kata Suharti, lebih menekankan gaya Androgyny, yaitu perpaduan antara gaya feminim dan maskulin. Hal ini terlihat dari koleksinya yang sebagian besar slim fitted, baik bagi pria maupun wanita.

”Koleksi ini terdiri dari celana, jacket knit, vest knit, t-shirt dan kemeja untuk pria dan wanita, termasuk denim skirt merupakan koleksi Get Smart dari brand asal Inggris ini,” jelas wanita supel ini.

Untuk koleksi celana, potongan slim fit dan straight fit tersedia untuk pria dan potongan skinny untuk wanita termasuk celana tiga perempat yang juga berpotongan skinny. Harga koleksi ini dibandrol mulai Rp269.500-Rp 469.500.

Incoming search terms for the article:


Mengintip Tren Aksesori 2011

FUNGSI aksesori semakin penting dan tak sekadar menjadi pelengkap busana. Mengintip perkembangan tren tahun mendatang, desainer Elizabeth Wahyu memprediksi aksesori warna silver dan model rantai bakal diminati banyak kaum wanita.

“Tahun 2011 akan banyak aksesori warna silver, berbeda dengan tahun ini yang didominasi warna gold,” terangnya saat ditemui okezone di Decanter Wine House, Plaza Kuningan, Jakarta, Selasa (13/7/2010).

Menurut Elizabeth, tren aksesori untuk 2011 sudah bisa diprediksi mulai dari sekarang karena sudah bermunculan aksesori dengan warna-warna silver. Kendati demikian, para pencinta aksesori warna gold tetap banyak di tahun mendatang. Mereka tidak berpaling pada aksesori warna silver.

“Meski tahun 2011 akan didominasi dengan warna-warna silver, tapi penggemar warna-warna gold nanti tidak berkurang. Dan seperti yang kita lihat, warna abu-abu sejak sekarang sudah banyak terlihat. Nantinya akan bergeser ke sana, ke arah silver,” lanjutnya. more »

Incoming search terms for the article:


La Mode Berlin

BERLIN membuktikan dirinya sebagai kekuatan baru di dunia mode Eropa. Dengan semangat artistik para desainer muda dan didukung fasilitas serta sumber daya memadai, Berlin perlahan menanjak sebagai fashion capital.

Memang, jika dibandingkan dengan New York, Paris, London, atau Milan, Mercedes-Benz Berlin Fashion Week masih bukan tandingan dalam hal standar sebuah pekan mode internasional. Tapi toh, kota mode Jerman tersebut tetap punya daya tarik tersendiri, terutama bagi seniman muda dengan bujet terbatas yang kini membanjiri Berlin dengan kreativitas.

Lihat saja perhelatan Berlin Fashion Week yang didominasi desainer muda berbakat dari seluruh penjuru Eropa. ”Bagi desainer muda yang baru saja memulai bisnisnya, bujet adalah pertimbangan utama, terutama bila mereka menyasar kota-kota mode besar seperti Paris, Milan, atau London,” ujar Peter Levy, Senior Vice President IMG Fashion Worldwide, penyelenggara Berlin Fashion Week. more »

Incoming search terms for the article:


Demam Fashion Vampir

FILM “Twilight” terbaru, Eclipse, yang kembali diperankan selebriti favorit remaja masa kini, Kirsten Stewart, Robbert Pattinson, dan Taylor Lutner, bukan hanya membuat para remaja tergila-gila akan jalan ceritanya, melainkan juga busana yang mereka kenakan. Karena itu, wajar jika tak lama setelah premier, busana ala para vampir dan werewolf langsung mendominasi jaringan ritel di Amerika. Salah satunya Nordstorm, yang merilis koleksi khusus Eclipse di bawah label BP.

Sebelumnya, BP juga mendesain koleksi khusus yang terinspirasi oleh film kedua dari trilogi Twilight, New Moon. Namun berbeda dengan koleksi sebelumnya yang mengikuti gaya berbusana Edward, Jacob dan Bella, untuk koleksi Eclipse, BP juga menawarkan rangkaian busana untuk para fans Twilight Saga, layaknya sweter dan t-shirt bertuliskan “Camp Cullen”, “Team Edward” atau “Team Jacob”. more »

Incoming search terms for the article:


Category: FASHION  Tags:  Leave a Comment

Masyarakat Surabaya Sudah Melek Mode

PERKEMBANGAN mode di Indonesia terus bergulir dan memengaruhi masyarakat untuk tampil modis. Misalnya, di Kota Surabaya. Ternyata, masyarakat di Kota Pahlawan ini sudah mulai melek mode.

Jakarta memang masih unggul dalam perkembangan modenya. Pantas bila masyarakatnya pun selalu mengikuti perkembangan fesyen. Tapi seiring bergulirnya waktu, masyarakat di Kota Surabaya tak mau kalah dalam hal perpenampilan.

”Masyarakat di Surabaya sudah melek mode, enggak kalah dengan Jakarta. Terutama mereka yang mengenakan busana muslim mulai berani tampil beda,” tutur desainer Alphiana Chandrayani yang ditemui okezone di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini. more »


Category: FASHION  Tags:  Leave a Comment

Japanese fashion

Japanese fashion’ (busana/mode bergaya Jepang) merupakan perpaduan gaya tradisional Jepang dan modern. Baju Jepang mulai menandingi tata busana gaya barat semenjak abad 21 dan sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan ‘street fashion’. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional.

Sekarang ini banyak macam gaya berpakaian di Jepang, termasuk juga baju dari perpaduan merk lokal danmerk asing. Beberapa jenis gaya berpakaian tersebut terkesan ekstrim dan dapat dipandang sebagai pelopor seni yang setara dengan model peragaan busana di Eropa. Rentetan fenomena naik-turunnya popularitas dari kebanyakan trend baju/pakaiantersebut telah dicatat oleh Choicer Loki sejak tahun 1997 dalam majalah mode ’FRUiTS’. Majalah ini merupakan majalah terkemuka yang telah mengenalkan ’street fashion’ di Jepang.

’Street fashion’ kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, B?s?zoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.
more »

Incoming search terms for the article:


Category: FASHION  Tags:  One Comment