Archive for » September, 2010 «

Lenny Agustin Rancang Busana 38 Finalis Puteri Indonesia

SUKSES mendandani Qory Sandioriva di ajang Miss Universe 2010 tak membuat aktivitas Lenny Agustin berhenti. Desainer kaya kreativitas ini kembali terlibat dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2010.

“Saya senang bisa men-support Pemilihan Puteri Indonesia. Ajang ini punya tujuan memberdayakan perempuan. Jadi, saya terlibat dalam mendukung kemajuan perempuan-perempuan Indonesia,” tutur Lenny Agustin yang ditemui okezone di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Menurut Lenny, dirinya diberikan kepercayaan merancang 38 busana yang akan dikenakan seluruh finalis di acara malam puncak Puteri Indonesia 2010 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, 8 Oktober mendatang.

“Saya mengambil tema ‘Lautan Indonesia’. Dalam tema tersebut, saya membaginya lagi menjadi empat subtema, yaitu ‘Air Laut, Ganggang, Terumbu Karang’, dan ‘Ikan’,” jelas desainer yang kini bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta ini.

Menurut pemilik label Lenny Agustin ini, pemilihan warna busananya pun disesuaikan dengan empat subtema. Misalnya, “Air Laut” menonjolkan busana dengan warna gradasi biru, Sementara “Ganggang” memakai busana dengan warna lebih dusty, dan “Ikan” dengan warna busana lebih colorful. Satu lagi untuk “Terumbu Karang”, Lenny banyak mengeskpos busana berwarna gelap.

“Di sini saya enggak terlalu menonjolkan karakter desain busana Lenny Agustin. Saya mengikuti tema dari panitia, sehingga busananya lebih berkesan elegan, playful dan fun. Kali ini saya coba bikin gebrakan baru,” tukas Lenny menyebut busananya banyak mengekspos mini dress dan busana two pieces. berita ini dikutip dari okezone


Rusia, Target Baru Rumah Mode Eksklusif

IKLIM ekonomi memang sudah mulai cerah, namun hal itu tidak berarti bahwa pasar telah pulih sepenuhnya. Para pelaku mode pun pada akhirnya harus mencari spekulasi pasar baru yang bisa mendorong penjualan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum menentu.

Beberapa rumah mode dan peritel raksasa tetap mempertahankan pasar Eropa dan Amerika dan berharap pada 2010 akan terjadi peningkatan penjualan yang bisa menutup kerugian akibat resesi.

Sementara pelaku mode lain memilih Asia dan negara-negara Eropa Timur yang saat ini tengah merangsek maju, berusaha menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah pasar yang belum stabil.

Salah satu negara yang kini dibidik sebagai pasar oleh pelaku mode Eropa dan Amerika adalah Rusia. Alasannya sederhana saja, Rusia yang baru melepaskan diri dari sistem sosialis kini sedang mencari identitas baru, termasuk cara mereka berpakaian. more »


Kisah Cinderella Gareth Pugh

ENFANT terrible of British Fashion menjadi sebutan baginya. Memulai kariernya sebagai desainer kostum untuk teater, Gareth Pugh menjadi salah satu desainer Inggris yang paling dicari berkat karya-karyanya yang unik, berani, dan edgy.

Cerita Pugh sebagai desainer bisa dikatakan bagai kisah Cinderella di dunia fashion. Di usia 14 tahun, pria kelahiran 31 Agustus 1981 tersebut sudah bekerja keras membanting tulang sebagai desainer kostum untuk National Youth Theatre, Inggris. Dari situlah kecintaannya pada fashion muncul.

Dia pun kemudian mengambil sekolah mode di Sunderland College dan Central Saint Martins. Desain Pugh yang menjadi tugas akhir sebelum lulus dari Central Saint Martins berupa gaun dengan aksen balon, ternyata menarik perhatian editor mode dari majalah Dazed & Confused.

Rancangan tersebut kemudian menjadi cover dari majalah tersebut. Dari situ, namanya mulai terangkat dan dengan segera Pugh memasuki ingar-bingar dunia fashion, bahkan tampil di acara reality show The Fashion House dan langsung melakukan debut di sebuah acara bagi desainer muda, Kashpoint’s Alternative Fashion Week di London.

Acara tersebut menempatkan Pugh dalam deretan desainer muda bertalenta, namun bukan tanpa kerja keras. Untuk mengikuti acara tersebut, Pugh harus mempersiapkan koleksi lengkap dalam waktu empat minggu.

“Itu merupakan saat yang paling gila. Saya tidak punya studio, asisten, dan hanya memiliki sedikit uang,” kenangnya, dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Style.com.

Siapa yang menyangka bila saat itu akan menjadi moment of success dari Pugh. Pengamat mode yang hadir dalam acara tersebut memberinya respons positif dan tentu saja membuat Pugh mendapat lebih banyak konsumen.

Sukses lalu membawa Pugh menginjakkan kaki di London Fashion Week, gerbang bagi para desainer muda untuk mencapai prestasi internasional. Alexander McQueen dan Vivienne Westwood pun memulai karier gemilang sebagai desainer internasional papan atas di London dan begitu juga dengan Gareth Pugh. more »

Incoming search terms for the article:


Tampil Cantik dengan Celana Hitam GAP’s

Bila Anda tak terbiasa mengenakan celana hitam, apa salahnya dicoba. Pasalnya dengan koleksi terbaru dari GAP’s, apapun bentuk tubuh Anda, celana hitam yang satu ini akan membuat penampilan semakin bersinar.

Sambut musim gugur 2010, koleksi GAP’s untuk pria dan wanita menambahkan sebuah kecanggihan dunia baru. Dengan tampilan elegan GAP menghadirkan koleksi celana untuk menemani aktivitas Anda dalam menjalani kehidupan modern. Lewat gaya elegan, GAP menciptakan koleksi yang mengombinasikan gaya chic dengan fungsi aksesibilitas dengan setiap detail celana yang dipertimbangkan.

“Intinya enggak semua black pants enak dipakai. Kalau beli sembarangan ada yang cepat melar, ada yang enggak sesuai dengan postur tubuh, ada yang kelihatannya bagus cuma pas dipakai, ada yang bagian gombor di bagian pahanya. Kalau black pants ini enak banget, fit banget,” papar Deece Dewayani, Asst Manager Marketing Communication & PR, Gap & Banana Republic saat berbincang dengan okezone di GAP, Grand Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Berbagai macam bentuk tubuh juga menjadi pertimbangan GAP meluncurkan koleksinya. Hadir dalam tiga model, celana dari GAP berikut bisa menjadi pilihan Anda untuk tetap tampil chic dan elegan di berbagai kesempatan.
more »


Fashion World Muslim Qiblat = Indonesia

Fashion World Muslim Qiblat …? IIFC (Indonesian Islamic Fashion Consortium) has made a blue print of the work plan from 2011 to 2020. This work plan includes the development and supply of products and the development of domestic and foreign markets.

Making a blue print of this work plan could not be separated from efforts IIFC who actively campaigned to make Indonesia as a mecca for the fashion world’s Muslims in 2020. Indonesian performances Islamic Fashion Fair (IIFF) for one full month from the date of August 3 until 3 September 2010 in Plaza Indonesia, is one way to make Indonesia as the fashion mecca of the world Muslims.

“With the implementation of Indonesian Islamic Fashion Fair is expected to not only encourage the Muslim Indonesian fashion industry into the international arena. But also impact on tourism in Indonesia. Especially foreign tourists associated with the fashion industry as designers, observers, and the fashion business,” said Director General of Marketing Department Culture and Tourism, Dr. Sapta Nirwandar IIFF in Jakarta at the closing.

IIFF held on three floors at the Plaza Indoensia recorded around 5000 people visited the booths Moslem ‘high fashion’. The average turnover value reached Rp50 million to Rp150 million per day.

Enthusiastic and the public interest is what will be the basis of research to find the Best Seller Designer. At the same time knowing the character designs and fashions favored by Muslim upper class society. Thus, IIFF year next year is expected Moslem trade value is high fashion, could be better.

“Besides, we can prove that if the Indonesian flagship product focused on the design of high-fashion clothing mulim, it will be better able to bring in greater revenue than the product mass-produced clothing,” said the Rev. Ir Gilarsih Research & Development, Director of IIFC.

“It’s known, high-fashion products have value-added and high creativity. It was more able to bring in revenue is relatively higher than that produced apparel products in general,” said Gilarsih.

Incoming search terms for the article:


Bukan Lagi soal Ukuran, tapi Lekuknya

“Saya suka banget pakai celana jins. Tetapi susah sekali mencari yang pas. Kadang di waist muat, di pahanya enggak. Kadang sebaliknya. Kadang sambil jalan celananya harus ditarik-tarik karena kebesaran. Setiap kali mau cari celana jins, mesti coba 3-4 pasang untuk mencari yang comfortable,” keluh Tasya, si mantan penyanyi cilik yang kini sudah remaja.

Senada dengan Tasya, pesinetron Asmirandah mengatakan, “Susah juga mencari celana jins yang benar-benar pas. Kadang bagian paha dan pinggul suka enggak sinkron. Kadang malah suka kepanjangan juga.”

Pencarian celana jins yang pas, nyaman, dan bebas masalah bagi seorang wanita mirip perjalanan yang sangat sulit. Menurut penelitian yang dilakukan Levi Strauss terhadap 60.000 perempuan, didapati bahwa lebih dari setengah responden (54 persen), saat mencari celana jins di toko, harus mencoba setidaknya 10 celana yang berbeda sebelum akhirnya menemukan yang tepat dan membelinya. Dengan pencarian sesulit itu, ironisnya, 67 persen perempuan masih percaya bahwa sebenarnya celana jins hanya didesain bagi yang memiliki tubuh seperti model. Lebih parahnya lagi, dari seluruh responden, hanya 28 persen responden merasa jinsnya tepat untuk tubuhnya.

Eden Bunag, Country Manager Levi’s Indonesia, mengatakan, “Sejak kami pertama kali menciptakan jins untuk wanita, 75 tahun lalu, belum pernah ada yang mengubah formula dalam menemukan ukuran jins yang paling pas.” Selama ini, untuk mencari celana jins, kita akan meminta nomor ukuran celana untuk kemudian dicoba. Ketika dibawakan celana nomor yang diminta, ternyata tak muat, maka Anda pun akan mencoba beberapa nomor lain. Sudah menemukan nomor yang pas, tetapi ternyata bahannya tak nyaman. Lalu, pindah merek, eh, ternyata, nomornya berbeda. Uh, rasanya kesal sekali. more »

Incoming search terms for the article:


Maxi Dress Tepat untuk Tiap Bentuk Tubuh

Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda. MEMILIKI tubuh tinggi besar, ataupun gemuk bukan berarti tak bisa mengenakan maxi dress. Begitu juga dengan tubuh kecil mungil. Intinya, bukan tubuh yang menyesuaikan busana, tapi justru sebaliknya.

Musim panas identik dengan sinar matahari yang kadang tidak bersahabat. Namun, bukan berarti Anda harus menyepelekan penampilan. Justru di musim ini, Anda bisa tampil gaya dengan pilihan fesyen yang tepat.

Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress. Berikut, trik yang wajib Anda ikuti bila ingin mengenakan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda.

1. Jika Anda bertubuh mungil, sebaiknya berpikir cermat sebelum mengenakan maxi dress. Hindari dress ”penuh” yang akan membuat tubuh Anda tenggelam.

2. Jika Anda memiliki bobot tubuh besar, maxi dress bisa menjadi pilihan sempurna untuk menutupi lemak di pinggul, paha, dan bokong. Maxi dress berpotongan leher V atau halter neck akan membuat siapapun yang bertubuh besar tampak lebih langsing.

3. Apabila Anda bertubuh tinggi dan memiliki kaki panjang, akan lebih baik jika menggunakan sandal ataupun sepatu datar sebagai pelengkap maxi dress Anda. Sebab penggunaan high heels, ataupun wedges hanya akan membuat maxi dress yang Anda kenakan terlihat terlalu banyak detail.

4. Jika Anda bertubuh kecil, hindari penggunaan sandal ataupun sepatu datar karena akan membuat tubuh Anda tampak lebih kecil. Sebaliknya, penggunaan high heels atau wedges akan sangat membantu. more »

Incoming search terms for the article: