Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda. MEMILIKI tubuh tinggi besar, ataupun gemuk bukan berarti tak bisa mengenakan maxi dress. Begitu juga dengan tubuh kecil mungil. Intinya, bukan tubuh yang menyesuaikan busana, tapi justru sebaliknya.

Musim panas identik dengan sinar matahari yang kadang tidak bersahabat. Namun, bukan berarti Anda harus menyepelekan penampilan. Justru di musim ini, Anda bisa tampil gaya dengan pilihan fesyen yang tepat.

Anda dapat tampil glamor dengan maxi dress. Berikut, trik yang wajib Anda ikuti bila ingin mengenakan maxi dress, apapun bentuk tubuh Anda.

1. Jika Anda bertubuh mungil, sebaiknya berpikir cermat sebelum mengenakan maxi dress. Hindari dress ”penuh” yang akan membuat tubuh Anda tenggelam.

2. Jika Anda memiliki bobot tubuh besar, maxi dress bisa menjadi pilihan sempurna untuk menutupi lemak di pinggul, paha, dan bokong. Maxi dress berpotongan leher V atau halter neck akan membuat siapapun yang bertubuh besar tampak lebih langsing.

3. Apabila Anda bertubuh tinggi dan memiliki kaki panjang, akan lebih baik jika menggunakan sandal ataupun sepatu datar sebagai pelengkap maxi dress Anda. Sebab penggunaan high heels, ataupun wedges hanya akan membuat maxi dress yang Anda kenakan terlihat terlalu banyak detail.

4. Jika Anda bertubuh kecil, hindari penggunaan sandal ataupun sepatu datar karena akan membuat tubuh Anda tampak lebih kecil. Sebaliknya, penggunaan high heels atau wedges akan sangat membantu. Read the rest of this entry »


 

Seperti biasa, bulan September semakin dekat, pelaku mode di New York, London, Milan, dan Paris semakin sibuk mempersiapkan pergelaran mode enam bulanan. Musim mendatang, London kembali akan merayakan pesta mode London Fashion Week yang mendapat jadwal tepat setelah New York Fashion Week.

Adapun lokasi utama pekan mode London akan bertempat di Somerset House di mana nama-nama besar seperti Matthew Williamson, Mark Fast, serta label ikonik Inggris Burberry akan mempertunjukkan koleksi terbaru musim semi dan musim panas 2011.

Rangkaian koleksi terbaru para peritel serta desainer muda layaknya Topshop, Meadham Kirchhoff, Michael Van Der Ham, Mary Katrantzou, Richard Nicoll, Peter Pilotto, dan Fashion East akan bertempat di lokasi baru, Eurostar Terminal, yang berada di seberang Waterloo Bridge, hanya beberapa menit dari lokasi utama.

Sebelumnya, Topshop mempertunjukkan koleksinya di University of Westminster dan kemudian hijrah ke Flower Cellars yang berlokasi di Russell Street. Adapun merayakan lokasi baru pertunjukan, Topshop menjanjikan pergelaran spektakuler, termasuk pelayanan katering istimewa. Seperti apa? Kita lihat saja nanti.


 

SEBAGAI langkah awal kampanye pencanangan “Menuju Indonesia Menjadi Kiblat Muslim Fesyen Dunia pada 2020″, Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC), menggelar Indonesia Islamic Fashion Fair (IFFF) pada 12 Agustus 2010.

Bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta, IIFC memiliki beberapa tujuan, di antaranya menjadikan acara ini sebagai salah satu fesyen tahunan berskala internasional. Setara dengan Hong Kong Fashion Week, New York Fashion Week, dan Paris Fashion Week.

IIFF juga diharapkan bisa membuka jalan dan memfasilitasi pelaku fesyen muslim Indonesia menjadi pemasok fesyen muslim tingkat dunia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai Kiblat Fesyen Muslim Dunia pada 2020.

“Anggota APPMI yang berjumlah 180 terdiri dari 30 anggota yang berkecimpung di bisnis busana muslim. Indonesia menjadi pusat busana muslim di tahun 2020. Saya pikir, masuk akal untuk kita berbenah diri, yang dimana stakeholder ada di sini. Di mana tahun depan mungkin makin banyak stakeholder yang bergabung akan membuat acara ini lebih besar. Artinya, akan membuat lebih menampung sumber daya manusia untuk dikaryakan. Jadi ini sebetulnya harus menjadi gerakan nasional,” papar Taruna Kusmayadi, Chairman IIFF dalam konferensi pers Indonesia Islamic Fashion Consortium di Multi Function Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2010).
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:


 

MODE dan seni adalah dua hal yang saling terkait. Di dunia modern, seni menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Hal itu bisa ditelusuri dari sejarahnya hingga ratusan tahun lalu.

Kendatipun pada abad ke-21,baik mode maupun seni semakin menampakkan sisi komersialnya, keduanya tetap saling berhubungan walau tidak seerat dulu. Pada masa lalu, couturier Prancis Paul Poiret kerap mengambil inspirasi dari lukisan bergaya impresionis hasil kreasi Picasso, Francis Picabia, Maurice Vlaminck, Matisse, Dufy, Rouault, Utrillo, ataupun Andre Derain. Tidak hanya lukisan, seni teater juga memberikan banyak pengaruh terhadap gaya rancangan Poiret.

Dalam sebuah wawancara, Poiret mengatakan kehidupannya sebagai perancang lekat dengan teater. Apalagi Poiret memang berangkat dari desainer kostum untuk teater. Dia kerap membuat rancangan bernapas teatrikal dalam warna cerah yang menjadi ciri khasnya.

Tentu saja, kolaborasi mode dan seni tidak hanya dilakukan Poiret. Di dunia modern saat ini, seni tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari mode, terutama di panggung adibusana. Di panggung tersebut, inspirasi desainer tertuang tanpa batas. Lihat saja yang dilakukan John Galliano untuk Dior dengan ”mencontek” gaya busana geisha Jepang yang dipadukan bersama busana para putri Versailles atau Alexander McQueen yang mengambil lukisan dan patung dari Chapel Sistine sebagai motif cetak untuk koleksi pamungkasnya.

Di Indonesia, mode dan seni juga sekali lagi menunjukkan kolaborasinya. Kali ini melalui pergelaran Destination Art Wonderland yang dipersembahkan Mastercard. Vice President & Senior Country Manager Mastercard Indonesia Vadyo Munaan mengatakan, acara pameran yang dihelat di Onfive Grand Hyatt Jakarta tersebut sebagai bentuk dukungan Mastercard terhadap karya seni para seniman muda Indonesia.

”Dengan acara ini, kami bermaksud memberikan kesempatan kepada para seniman muda Indonesia untuk memamerkan karya cipta mereka ke kalangan yang lebih luas,” tutur Vadyo.

Adapun para seniman muda tersebut adalah Angki Purbandono, Badzruzzaman, Hendra Harsono, dan Theresia Agustina Sitompul yang merupakan seniman bimbingan Vivi Yip dari Vivi YipArt Room.

Tidak hanya melalui lukisan dan patung, Destination Art Wonderland juga menampilkan sisi mode dengan mengundang Sally Koeswanto yang menghadirkan dua koleksi adibusananya.

”Saya menampilkan dua koleksi yang mewakili citra seni kontemporer,” ujar Sally yang datang mengenakan busana serbahitam dalam gaya rock chic.

Desainer yang terpilih sebagai Ksatria Mode versi majalah Dewi ini menampilkan dua gaun adibusana dalam warna kontras, hitam dan putih.

”Yang hitam itu mewakili sisi though seorang wanita,” papar Sally.

Bustier, harness, dan draperi yang menjadi ciri khas rancangan Sally terlihat menonjol dalam koleksi tersebut. Sementara, untuk menambah kesan avant-garde, desainer asal Surabaya itu melengkapi rancangannya dengan hairpiece yang terbuat dari potongan gagang kacamata dan akar-akaran.

Adapun untuk gaun putih, yang menggambarkan sisi feminin seorang perempuan, Sally memilih tampilan lembut melalui potongan ala maid dengan train panjang berdetail pita yang mengalir dari pinggang.

”Seni adalah bagian dari mode dan begitu juga sebaliknya,” ujar Sally, yang juga mengatakan dirinya kerap kali terinspirasi saat melihat sebuah karya seni, entah itu lukisan, patung, ataupun arsitektur.

Apa yang dikatakan Sally merepresentasikan hubungan yang tak pernah putus antara mode dan seni, terutama sepanjang abad ke- 20. Keduanya saling memengaruhi sehingga tercipta aliran seni modern. Dokumentasi kolaborasi seni dan mode yang terus berkembang bahkan bisa dilihat dari perjalanan mode berevolusi dari citra grande menjadi lebih minimalis, praktis, dan dinamis. Tidak hanya segi siluet, desainer pun ikut mengembangkan seni modern ke dalam berbagai media.


 

DALAM dunia fashion, haute couture adalah identitas dan simbol prestise. Namun di era ready-to-wear, sinar haute couture semakin meredup dan rumah mode memilih pertunjukkan privat ketimbang show grande dan pergelaran avant-garde yang dulu menjadi ciri khas haute couture.

Kebangkrutan Christian Lacroix serta mundurnya Givenchy dari pergelaran Paris Haute Couture menjadi bukti nyata meredupnya lampu haute couture. Dalam pernyataannya pada media, Givenchy telah memutuskan untuk tidak lagi mempertunjukkan koleksi adibusananya di catwalk Paris Haute Couture. Sebaliknya, Givenchy hanya akan mempertunjukkan koleksi tersebut secara privat kepada para klien serta editor mode. Ricardo Tisci, Direktur Kreatif Givenchy mengatakan untuk dirinya akan mendesain 10 koleksi adibusana yang akan dipertunjukkan secara tertutup di sebuah town house dari abad ke-18 yang berada dalam kompleks Place Vendome di Paris.

“Kami ingin menghadirkan couture dalam suasana yang lebih istimewa dan personal bagi para klien, bukan hanya sekedar pertunjukkan catwalk,” papar Tisci. ”Dalam pertunjukkan tertutup, konsumen bisa mendapatkan couture moment dengan lebih kental,” sambungnya.
Read the rest of this entry »


 

LEE Cooper kembali meluncurkan koleksi baru untuk musim gugur-dingin 2010. Koleksi tersebut diberi nama Get Smart.

Koleksi ini terinspirasi oleh Mod Fashion dari London di akhir tahun 1950-an. Beberapa elemen penting produknya antara lain rapi, dipengaruhi British music atau brit pop, seperti The Beatles, Oasis, Radiohead, Blur dan gaya Italian motor scooters.

”Gaya Mods pria menekankan gaya khas stelan dengan kemeja rapi, dasi ramping, blazer dengan ciri kerah yang sempit dan juga sepatu kulit yang runcing,” jelas Marketing Manager PT Lee Cooper Indonesia Suharti Sadja dalam keterangan pers yang diterima redaksi okezone, Rabu (14/7/2010).

Sedangkan Mods wanita, kata Suharti, lebih menekankan gaya Androgyny, yaitu perpaduan antara gaya feminim dan maskulin. Hal ini terlihat dari koleksinya yang sebagian besar slim fitted, baik bagi pria maupun wanita.

”Koleksi ini terdiri dari celana, jacket knit, vest knit, t-shirt dan kemeja untuk pria dan wanita, termasuk denim skirt merupakan koleksi Get Smart dari brand asal Inggris ini,” jelas wanita supel ini.

Untuk koleksi celana, potongan slim fit dan straight fit tersedia untuk pria dan potongan skinny untuk wanita termasuk celana tiga perempat yang juga berpotongan skinny. Harga koleksi ini dibandrol mulai Rp269.500-Rp 469.500.

Incoming search terms for the article:


 

FILM “Twilight” terbaru, Eclipse, yang kembali diperankan selebriti favorit remaja masa kini, Kirsten Stewart, Robbert Pattinson, dan Taylor Lutner, bukan hanya membuat para remaja tergila-gila akan jalan ceritanya, melainkan juga busana yang mereka kenakan. Karena itu, wajar jika tak lama setelah premier, busana ala para vampir dan werewolf langsung mendominasi jaringan ritel di Amerika. Salah satunya Nordstorm, yang merilis koleksi khusus Eclipse di bawah label BP.

Sebelumnya, BP juga mendesain koleksi khusus yang terinspirasi oleh film kedua dari trilogi Twilight, New Moon. Namun berbeda dengan koleksi sebelumnya yang mengikuti gaya berbusana Edward, Jacob dan Bella, untuk koleksi Eclipse, BP juga menawarkan rangkaian busana untuk para fans Twilight Saga, layaknya sweter dan t-shirt bertuliskan “Camp Cullen”, “Team Edward” atau “Team Jacob”. Read the rest of this entry »


 

PERKEMBANGAN mode di Indonesia terus bergulir dan memengaruhi masyarakat untuk tampil modis. Misalnya, di Kota Surabaya. Ternyata, masyarakat di Kota Pahlawan ini sudah mulai melek mode.

Jakarta memang masih unggul dalam perkembangan modenya. Pantas bila masyarakatnya pun selalu mengikuti perkembangan fesyen. Tapi seiring bergulirnya waktu, masyarakat di Kota Surabaya tak mau kalah dalam hal perpenampilan.

”Masyarakat di Surabaya sudah melek mode, enggak kalah dengan Jakarta. Terutama mereka yang mengenakan busana muslim mulai berani tampil beda,” tutur desainer Alphiana Chandrayani yang ditemui okezone di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini. Read the rest of this entry »


 

Japanese fashion’ (busana/mode bergaya Jepang) merupakan perpaduan gaya tradisional Jepang dan modern. Baju Jepang mulai menandingi tata busana gaya barat semenjak abad 21 dan sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan ‘street fashion’. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional.

Sekarang ini banyak macam gaya berpakaian di Jepang, termasuk juga baju dari perpaduan merk lokal danmerk asing. Beberapa jenis gaya berpakaian tersebut terkesan ekstrim dan dapat dipandang sebagai pelopor seni yang setara dengan model peragaan busana di Eropa. Rentetan fenomena naik-turunnya popularitas dari kebanyakan trend baju/pakaiantersebut telah dicatat oleh Choicer Loki sejak tahun 1997 dalam majalah mode ’FRUiTS’. Majalah ini merupakan majalah terkemuka yang telah mengenalkan ’street fashion’ di Jepang.

’Street fashion’ kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, B?s?zoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article:


 

SETAHUN sudah kematian King of Pop, Michael Jackson. Warisannya tidak terbatas pada musik, tapi juga bagi perkembangan industri fesyen dunia.

Jangan ditanya berapa banyak penggemar berat Michael Jackson di seluruh belahan dunia. Superstar ini memang telah menelurkan banyak karya apik yang mampu mewarnai belantika musik dunia. Tapi dari diri Jacko, panggilan akrabnya, tak hanya kemampuan musikalitas yang bisa dinikmati, sebab pengaruh gaya busananya turut melanda fesyen dunia.

Berikut, beberapa tren fesyen Jacko yang ternyata dicontek kalangan selebritis Hollywood, seperti okezone lansir dari Zimbio, Sabtu (26/6/2010).

Jaket militer

Tren army yang sekarang booming sebenarnya bukan hal baru. Gaya militer ini merupakan pengulangan dari tampilan gemerlap yang dipopulerkan Jacko pada awal 1980-an. Salah seorang artis Hollywood yang menggunakan jaket militer ala Jacko adalah Beyonce. Dalam sebuah acara, ia terlihat mengenakan jaket militer keluaran Balmain lengkap dengan ensambel khas Jacko.

Fesyen ala robot

Sebagian besar kostum panggung Jacko dirancang dengan pertimbangan utama adalah mobilitas. Meski kostumnya terlihat “heboh”, Jacko tetap luwes bergerak saat tampil. Misal, celana panjang bersama kaos singlet dan kemaja panjang warna putih, ia padukan dengan sepatu selutut berdetail mirip robot. Gaya ini ditiru dengan baik oleh penyanyi Rihanna.

Gemerlap payet

Dalam banyak kesempatan, Jacko terlihat mengenakan busana berdetail payet berupa batu yang sangat gemerlapan. Lady Gaga adalah salah satu seleb yang mencontek gaya Jacko satu ini.

Celana bergaris Read the rest of this entry »

Incoming search terms for the article: