KOREA semakin mantap mengembangkan industri mode. Terlihat dari keseriusan pelaku mode dan pemerintah dalam menggalang kerja sama perdagangan tekstil serta ritel dengan buyer asing.

Salah satu pembeli yang dibidik Korea adalah Amerika Serikat. Karena itu, para desainer yang tergabung dalam Korean Federation of Design Association (KFDA) mengirimkan sembilan delegasinya untuk mempertunjukkan koleksi terbaru di hadapan pembeli di New York.
Ajang tersebut merupakan debut fashion Korea di pasar ritel Amerika. Para desainer yang tergabung dalam KFDA tersebut bekerja sama dengan Korea International Trade Association dan Korea Women Entrepreneurs Associations.

“Lewat acara ini, kami berusaha menunjukkan pada pembeli Amerika bahwa Korea memiliki produk fashion berkualitas yang bisa disejajarkan dengan desainer internasional dan tentunya sesuai dengan pasar Amerika,” ujar Soo Hyun-choi, desainer label Cubellia yang mempresentasikan koleksi mantel kashmir serta kemeja feminin berdetail ruffles.

“Rancangan saya bergaya feminin, elegan, praktis, dan sangat wearable. Gaya yang saya perhatikan digemari wanita Amerika,” sambung Soo.

Sementara untuk lini yang lebih couture, Korea mempersembahkan koleksi Jeone Mi-young yang membawa label Lilycomes Paris, atau Lee Young-hee serta An Yoon-jung yang menghadirkan rangkaian cocktail dress dengan hiasan sequin, bulu-bulu eksotis, serta kristal.


 

GOTHIC menjadi tema utama koleksi Sofie untuk tren 2010. Rancangannya hadir gelap, mistis, dingin, namun di sisi lain juga penuh warna, embellishment, juga craftmanship yang menjadi signature-nya.

Seusai pertunjukan Malik Moestaram yang penuh warna serta energi di Jakarta Fashion Week (JFW) beberapa waktu lalu, panggung mode mendadak dingin. Musik latar berganti dengan nada yang lebih muram, menekan. Panggung gelap dan layar besar di mulut catwalk menyajikan gambar bulan purnama pucat yang menerangi malam. Ada dua kata terpampang dalam warna merah menyala, Sofie, Gothchic.

Sesuai dengan judul koleksi yang disajikannya, Sofie memang menghadirkan koleksi bergaya gothic. Gelap, muram, dingin. Warna-warna solid yang menjadi ciri khas busana gothic pun terlihat mendominasi koleksinya. Namun tidak hanya hitam, Sofie dengan lihai menambahkan kombinasi warna dalam nuansa gelap yang disajikannya.

Ya, gothic tidak harus selalu hitam dan hitam tidak berarti gothic. Di tangan Sofie, gothic tampil sedikit lembut. Gaya busana yang diadaptasi dari busana berkabung wanita di era Victorian itu memang kerap didominasi warna hitam, yang tidak hanya melekat pada busana, tapi juga tata rias. Di catwalk Sofie, dark mood terlihat kental dari tata rias, sementara busananya merupakan campuran citra muram ala gothic dengan sentuhan rebel ala punk rock. Menciptakan tampilan baru, yang disebut Sofie sebagai Gothchic.

“Inspirasinya datang dari bangunan-bangunan tua yang bernuansa gothic. Mistis, dingin, kukuh, dan tak lekang oleh masa,” tutur desainer bernama lengkap Ahmad Sofiyulloh ini.

Menurut Sofie, gedung-gedung tua tersebut menyimpan banyak cerita dan menjadi saksi bisu sejarah, saksi perubahan zaman. Itulah yang ingin disampaikan Sofie melalui koleksinya, bahwa gothic bisa mewakili masa lalu, masa kini, dan masa depan. Refleksi ide Sofie pun terlihat dari permainan warna-warna gelap yang dikombinasikan bersama napas etnik dari motif batik serta aplikasi manik juga metal.

Sofie pun tidak menampilkan koleksi bergaya feminin, melainkan bergaris androgyny. Hasilnya, rangkaian koleksi chic dengan added value dari batik, tie dye, juga lurik yang dikombinasikan dalam gaya neo punk.

Sisi kontemporer koleksi Sofie terlihat dari cutting yang dinamis. Potongan pendek menegaskan gaya praktis kaum urban, sementara kehadiran draperi menunjukkan kelembutan rancangan Sofie.

Highlight lainnya adalah ragam jaket pendek yang menjadi pelengkap busana. Bolero dan blazer pendek yang menyertai terusan ataupun padu padan celana dan blus justru menjadi “senjata” penarik perhatian, selain kombinasi acak dari batik dan lurik.

Sofie juga menunjukkan agresivitasnya dalam hal mix & match. Jodhpur bermotif bunga tampak menarik saat dipadu dengan cropped blazer, blus transparan, serta syal berornamen. Warna merah menjadi center of attention di antara palet-palet gelap dan secara keseluruhan mempertegas campuran gaya gothic dan neo punk yang hendak disampaikan Sofie.

Di kesempatan lain, Sofie mengombinasikan terusan berwarna pucat dengan cutting asimetris bermotif lurik dan batik bersama stoking hitam, fedora studs, heavy choker, serta ankle boots beraksen logam, menciptakan tampilan gothic nan lembut.

Ahli sejarah fashion Valerie Steele yang pernah menerbitkan buku berjudul “Gothic: Dark Glamor”, mengatakan bahwa gothic adalah gaya busana yang tidak lekang dimakan waktu.

“Gothic lebih dari sekadar hitam. Gothic adalah mood yang menunjukkan sisi gelap manusia dan gothic akan selalu hadir di setiap musim,” ujar Steele.

Kenapa? Alasannya, menurut Steele sangat sederhana, karena gothic didominasi hitam, warna yang diagungkan dalam mode.

“Hitam adalah warna yang harus selalu ada, dan karena itu gothic pun akan selalu ada,” terang Steele. “Kendati pun gothic terlihat sebagai anti-fashion, sebenarnya gothic adalah bagian dari fashion itu sendiri,” sambungnya.

Dan karena itulah, gothic terus berkembang dalam fashion dan menjelma menjadi berbagai gaya turunan. Pada ’70-an, gothic bersatu dengan punk dan melahirkan Sex Pistols beserta Siouxsie Sioux sebagai ikon kaum muda, sekaligus mengantar Vivienne Westwood membawa punk ke dalam lingkaran high fashion, saat sekali lagi gothic bertemu gaya Victorian klasik, lalu menjelma kembali sebagai gaya rebel kaum muda di seluruh dunia.


 

SEBANYAK 50 pakaian ready-to-wear dan gaun haute couture dari 40 desainer mancanegara dipamerkan dalam perayaan Tahun Biodiversity di Palais des Nation Geneva Switzerland. Selphie Bong, seorang desainer muda Indonesia turut dalam acara yang dihelat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB/United Nations) ini.

Indonesia patut berbangga karena salah seorang anak bangsa, yakni Selphie Bong turut menyemarakkan perhelatan amal tersebut. Selphie bahkan merupakan desainer termuda di antara sederet desainer internasional lainnya. Didaulat menjadi bagian dari acara, Selphie membuat gaun linen hitam panjang yang beratnya hampir 8 kilogram.

Nama Selphi di kancah fesyen internasional mulai diperhitungkan. Memulai kiprahnya sejak dua tahun lalu, perancang berusia 22 tahun ini mengibarkan nama Indonesia lewat label BONG’S.

Selphie sudah sangat mengerti, bahkan telah mempraktikkan eco sustainable pada semua label pakaiannya. “Saya sangat tergila-gila dengan eco fashion, natural fiber, seperti linen, sutra, katun, dan banyak lagi. Saya sangat senang ketika klien saya memegang gaun saya dan mengatakan “Ini sutra”,” tuturnya.

Selphie menuturkan, publik sekarang semakin peduli dengan kelestarian alam sehingga memahami keberadaan eco fashion. “Kita seharusnya bersyukur, sutra dan linen sudah bisa dijangkau market manapun, dan semua orang sudah mampu menggunakan sutra,” katanya.

Dalam perhetalan tersebut, Selphie disejajarkan dengan desainer terkenal lainnya, seperti Thakoon Panichgul asal Thailand, Peter Ingwesen asal Belanda, Sarah Ratty asal London, dan Diane Von Furstenberg asal New York yang memiliki beberapa butik di mal Indonesia.

“Kami memilih desainer terbaik dunia, terbaik dalam desain dan terbaik dalam melestarikan budaya dan alam,” ucap Christina Dean, penyelenggara acara.

Peter Ingwesen, misalnya, menggunakan bahan katun yang berasal dari Uganda. Ingwersen’s menggunakan 100 persen katun organik untuk rancangan gaun malam warna hitam.

Pemilik label “Noir” ini menyatakan alasannya menggunakan bahan tersebut karena konsumen kini semakin perduli dengan pelestarian alam sehingga perdagangan bahan-bahan natural akan semakin pesat.

Sementara desainer Sarah Ratty, pemilik label “Ciel” ini menggunakan kain rami yang terbuat dari bahan natural. Kain ini sendiri masih awam digunakan, dan masih belum dipasarkan secara luas.

Beberapa isu lingkungan yang menjadi fokus kepedulian, adalah pemanasan global, hilangnya keanekaragaman hayati, buruh di bawah umur dalam industri tekstil terutama Asia, beberapa proses konvensional seperti wol kasar, penyamakan dan pemutihan kulit, pencelupan dan pencetakan tekstil menggunakan air dalam jumlah besar, penggunaan energi atau bahan kimia beracun, dan limbah.

“Industri mode telah menanggapi permintaan gaya berkelanjutan dan serat alami nampak bagus,” ujar Lucas Assuncao dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)


 

Tak ada manusia yang sempurna. Itu sudah pasti. Namun, pasti ada cara untuk membantu mengatasinya, termasuk dalam hal fisik. Sebagian besar wanita memiliki keluhan pada bagian bawah tubuhnya. Ada yang mengeluhkan terlalu lebar, terlalu tebal, juga terlalu tipis. Tak perlu minder. Cukup siasati itu dengan trik-trik berikut.

Tungkai besar
Untuk menyiasatinya, pilih celana model bootcut atau rok yang belahannya di bagian sisi. Upayakan untuk memilih rok yang berukuran cukup nyaman untuk bergerak, asalkan jangan yang pas badan. Rok atau celana yang ketat di bagian sisi kaki akan membuat kaki terlihat lebih besar. Jangan pula memilih celana atau rok yang terlalu panjang karena membuat Anda akan terlihat “tenggelam”. Rok yang pendek, tak perlu mini, cukup selutut akan membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan ramping.

Pinggul tebal
Kemeja ala pria dimasukkan ke dalam celana bahan atau rok, ditambah sepatu hak tinggi seksi akan memberikan kamuflase di bagian tengah tubuh dan memberi kesan chic.

“Cankles”
Ini sebuah sebutan untuk mereka yang memiliki masalah pada bagian pergelangan kaki yang terlalu tebal sehingga terkesan betis lurus hingga ke tumit. Jangan selalu menyembunyikannya di balik celana panjang. Anda masih bisa mengenakan dress dan rok. Ciptakan kesan cankles yang lebih ramping dengan mengenakan rok selutut dan sepatu dengan tinggi sedang, dengan hak medium. Hindari sepatu hak tinggi yang bertali karena akan menarik perhatian ke arah tersebut. Hindari pula sepatu hak datar, atau lebih dikenal dengan sepatu balet, apalagi yang yang memiliki tali di bagian pergelangan kaki.

Bokong besar
Blazer panjang akan menyiasati bagian belakang Anda yang ukurannya lebih besar dari ukuran biasa. Untuk dalamannya, kenakan dress yang pas dengan tubuh atau jins straight leg (pipa). Hindari celana dalam g-string, kenakan celana dalam hipster dengan bahan lycra untuk memberi sokongan pada bagian bawah bokong dan mencegahnya terlihat tidak kencang.

Panggul lebar
Pilih rok berpotongan A dengan satu warna untuk membuat panggul terlihat lebih ramping. Sebaiknya hindari bahan yang mengilap, bahan satin, atau celana maupun rok berwarna cerah karena bisa menarik perhatian ke arah lipatan dan menciptakan siluet yang lebih lebar.

Bagian bawah yang pendek
Untuk menyiasati kondisi ini, dress dengan empire-waist akan membantu Anda terlihat lebih tinggi. Untuk terlihat lebih modern, pilih dress yang panjangnya selutut.

Bokong rata
Berinvestasilah pada celana dalam yang membantu menyokong bokong dan memberi bentuk pada bagian belakang. Celana hipster juga bisa membantu membuat bagian belakang Anda terlihat lebih bundar dan memberi bentuk.

Bokong lebar
Pilih celana model pipa untuk menyiasati kondisi ini, lebih cocok lagi jika dipasangkan dengan atasan yang pas dengan tubuh dan jaket.


 

TREN warna busana 2010 memang mengusung palet cerah sepanjang tahun. Namun yang menjadi garis tren utama adalah barisan warna agresif nan unik, salah satunya nuansa pink hingga fuschia.

Para pakar mode dunia setuju, di tahun 2010, warna cerah tidak lagi hanya digunakan saat musim semi. Melainkan menjadi palet yang wajib ada hingga tahun berakhir. Lihat saja panggung-panggung desainer terkemuka di pekan mode internasional. Hampir seluruhnya tampil atraktif dengan menyuguhkan palet ceria dalam berbagai nuansa, mulai dari citra feminin dengan motif floral hingga yang bergaya retro dalam balutan warna elektrik khas tahun 80-an.

Namun, bila ditarik satu garis lurus dari satu pergelaran ke pergelaran lainnya, terdapat beberapa warna yang menjadi garis tren utama. Bila kuning mencuat tahun lalu, maka di awal tahun ini, warna yang memegang peranan penting adalah tone pink hingga fuschia. Seperti halnya warna lainnya, koleksi pink ini pun tampil dalam beragam rasa. Baik hadir solo dalam kemasan single tone ataupun terlihat semarak dengan teknik polikromatik. Panggung mode dari Eropa hingga Asia pun terkena demam pink spring, terbukti dengan hadirnya palet feminin ini di banyak koleksi desainer.

Eropa diwakili label kawakan Burberry Prorsum. Di tangan Christopher Bailey, sang direktur kreatif, pink tidak lagi tampil konservatif, melainkan hadir kontemporer dalam kemasan gaun lengkap dengan mantel panjang. Sebagai aksen, Bailey menghadirkan ikat pinggang logam yang melilit manis, senada dengan aksesori gelang bertumpuk serta clutch. Read the rest of this entry »


 

Koleksi Alma Riva/APPMI Yogyakarta

HITAM identik dengan warna berkabung. Tapi di tangan desainer muda Alma Riva, hitam tampil lebih elegan dan cantik.

Begitulah kesan pertama melihat koleksi Alma Ridwan di ajang Jogja Fashion Tendance 2010. Perancang berusia 34 tahun ini terlihat all out mengolah material bahan yang dominan hitam.

“Warna hitam lebih terlihat elegan dan memiliki kelas,” kata Alma kepada okezone di acara gathering di Omahku Yogyakarta, Sabtu (7/11) lalu.

Di ajang tahunan ini, Alma yang banyak memanfaatkan material bahan satin, tule, sifon, dan rajut, itu lebih fokus menggarap wanita usia muda sebagai market potensial. Untuk itulah, desain busana yang ditampilkan tidak lepas dari semangat anak muda. Ciri rancangannya funky.

Untuk mengakomodasi keinginan anak muda yang beragam, Alma pun memberikan opsi busana yang beragam. Koleksinya seperti tube dress, short dress, blus, rok rampel, backless, halter neck, dan bolero.

“Tidak perlu memakai aksesori yang berlebihan, karena busana hitam bisa membuat wanita tampil menawan,” tukas Alma yang mengusung tema koleksi “Chic to Chic”.


 

Mungkin adab kita semua dilihat dengan bagaimana kita berpakaian, atau juga sikap kita. Ber-pakaian selayaknya, dan menyesuaikan situasi dan kondisi membuat penampilan akan semakin menarik. Kadang ada beberapa yang berpendapat bahwa pakaian tidak perlu diperhatikan. Kalau menurut kami, pakaian merupakan simbol diri, dan bagaimana diri kita bertambah semangat semangat dan percaya diri.

Aneh juga kalau cara berpakaian kita sembarangan, apalagi belakangan anak muda memiliki taste yang berbeda. Yang unik dan nyleneh dianggap lebih oke asal sopan (walau sebenarnya ya amburadul). Semua perubahan ini sebenarnya merupakan hasil dari media yang tersedia di negeri ini. Aneh kan…. Media sekarang bisa menciptakan opini publik yang sangat dipercaya oleh masyarakat, walau kadang juga dilengkapi segala kebutuhan agar masyarakat setuju dengan apa yang mereka inginkan.


 

Tepat tanggal 1 Oktober 2009 batik menjadi pakaian buatan khas Indonesia dan diakui Unesco sebagai warisan budaya nenek moyang Indonesia. Pada hari ini pula seluruh pegawai baik swasta maupun negeri dianjurkan memakai batik, bahkan dilingkungan pemerintahan juga memakai batik selama 1 minggu.

Batik memang milik bangsa Indonesia, pembuatannya yang sangat tradisional, membuat bati sangat khas dan lain dari produk lainnya. Batik sangat elegan, bisa digunakan berbagai acara baik resmi maupun non resmi. Batik sutera yang sangat bagus, diolah dengan ketrampilan tingkat tinggi juga akan terlihat berbeda dengan pakaian batik lainnya. Semoga dengan batik Indonesia lebih dikenal oleh dunia.


 

Menjelang hari raya lebaran kira-kira kurang 1minggu lagi semua Mall, pertokoan Ramai… penuh. Maklum mereka semua baru mendapat THR dan ingin membelanjakan keperluan hari Raya. Apalagi disaat seperti ini kebanyakan mengeluarkan diskon yang hebat banget.. Mulai dari 30% sampai 70%. Jam buka mall pun diperpanjang, yaitu biasa jam 10 malam sudah pulang, sekarang ditambah sampai jam 12 malam.

Apakah fenomena akan terjadi terus sampai beberapa tahun yang akan datang…. kelihatannya tetap deh.. karena ini merupakan tradisi turun menurun. Mulai dari anak kecil sampai Nenek – kakek ikut juga lho. Maklum kadang momen seperti terjadi hanya setahun sekali.. beli pakaian dan peralatan lainnya baru, sedangkan mereka kaum menengah atas paling juga ikut cuman tidak seantusias menengah bawah, maklum merka kan sering berbelanja… nggak perlu menunggu hari raya. So Kalaupun berbelanja telitilah produknya, karena bisa saja diskon 70% tapi pakaian sudah Jadul.  Ini adalah fakta yang kadang orang tidak begitu memperhatikan.


 

Warna yang akan trend pada beberapa hari ini… maklum hari kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus. Warna Merah putih merupakan warna bendera negara ini, so ketika merayakan kemerdekaan RI pantaslah warna dari pakaian yang kita pakai bernuansa bendera Merah Putih.

Lihat saja ketika pawai, Gerak jalan maka nuansa warna merah putih sangatlah kental. Bambu Runcing pun  diwarnai merah putih.  MERDEKA. Mari kita rayakan hari kemerdekaan dengan suka. M E R D E K A