pakaian.bizPakaian |

|
No Comments
|
|
|
August 25th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Satu lagi hasil karya asli Indonesia, KEBAYA , seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi. Namun bukan hanya itu, kebaya juga menjadi simbol nasionalisme wanita Indonesia. Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain. Namun pada akhir abad ke-19, kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Selain itu, kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional. Perjalanan panjang kebaya pun ikut memengaruhi bentuk kebaya yang digunakan perempuan Indonesia. Dokumentasi lama dari abad ke-19 milik keluarga keraton (Surakarta, Yogyakarta, Cirebon) di tanah Jawa masih merekam kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya. Gelang dan jam dikenakan di luar lengan kebaya, sementara bros serangkai tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup. Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan. Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya. Namun, beludru, sutra, dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antarnegara. Kurun abad ke-19 dan masa pergerakan awal abad ke-20 adalah kala gemilang bagi kebaya, yang juga digunakan kaum pendatang Eropa dan China dengan ragam penyesuaiannya. Misalnya kebaya bangsawan dan keluarga keraton terbuat dari sutra, beludru, dan brokat dengan hiasan sulam emas, sementara golongan awam mengenakan bahan katun dan tenun kasar. Kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan kebaya berbahan katun halus dengan aksen lace di pinggirnya. Adapun kaum Tionghoa menggunakan kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazim disebut kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya berubah dan sempat tergerus zaman. Apalagi pada masa pendudukan Jepang, saat kreativitas dan produktivitas bangsa ditekan hingga level yang paling rendah. Pendudukan Jepang di Indonesia memutus jalur perdagangan tekstil dan perlengkapan penunjangnya, akhirnya banyak rumah produksi kebaya tutup dan hanya sedikit perusahaan batik yang bisa bertahan. Sejak masa itu, jejak kebaya sedikit terhapus, namun para wanita pejuang kemerdekaan yang masih menggunakan kebaya (kebanyakan jenis kebaya Kartini dan kebaya encim), kembali memopulerkannya, kendati harus bersaing dengan busana barat yang dianggap lebih “memerdekakan” perempuan dari simbolisasi kebaya masa lalu, yang mengungkung perempuan dalam lilitan korset dan kain panjang. Namun sekali lagi, anak bangsa membuktikan kreativitasnya. Kebaya pun kembali bangkit dari keterpurukannya, bersama dengan maraknya batik, kebaya pun terangkat kepopulerannya. Sebut saja Rumah Mode Prajudi ataupun Iwan Tirta yang berjasa besar melestarikan busana nasional tersebut, sehingga kebaya pun terus lestari di tangan para generasi penerus. Awal 1990-an, Ghea Panggabean menghadirkan kebaya “gaya baru” menggunakan material sutera organdi dengan sulaman khas keraton. Ghea pun berhasil meyakinkan bahwa kebaya bisa dipakai sebagai busana kontemporer dengan padu padan tidak terbatas hanya dengan kain panjang atau sarung. Kebaya ala Ghea ini pun menjadi populer sebagai busana kaum elite, dan pada akhirnya banyak dikembangkan desainer lokal lain. “Kebaya itu unik karena sangat mudah beradaptasi terhadap setiap jenis bawahan, bisa dikenakan untuk setiap acara,dan seksi,” kata Ghea. Tak heran bila kebaya bisa bertahan memasuki milenium baru dan tentu hal ini tidak terlepas dari jasa semua perancang yang mendesain kebaya sebagai busana kontemporer. Ghea juga menjelaskan, awalnya perempuan di Indonesia mengenakan kain yang dililitkan di tubuh yang kemudian berkembang dengan atasan berkerah bulat atau berbentuk T. “Karena waktu itu belum ada kancing, maka untuk menyatukan atasan yang memakai belahan tengah di bagian depan ini dipakai peniti dan bros,” sambungnya, menjelaskan industri bros dan aksesori lain yang ikut berkembang dengan kebaya. Namun, bukan hanya di tangan Ghea kebaya modern berevolusi. Kita kini mengenal kebaya Ramli, Anne Avantie, Marga Alam, ataupun Amy Atmanto, para desainer yang serius menggarap kebaya dengan sentuhan kontemporer tanpa harus kehilangan nilai sejarahnya. Sebutlah Amy Atmanto yang setiap tahunnya selalu menghadirkan kreasi baru kebaya, baik secara pola, siluet, cutting, maupun material. Di tangan Amy, kebaya bukan hanya berbahan sutra, katun, ataupun beludru, melainkan merambah ke jalur sifon, shantung, lace, ataupun jenis tekstil lainnya, yang kemudian ditingkahi teknik bordir, renda, pilin, lipit, layer hingga quilt untuk mewarnai kemegahan kebaya. Tidak ketinggalan juga aplikasi ornamen penuh kilau macam payet, kristal, atau batu-batu mulia, sehingga kebaya bukan lagi sebuah busana, melainkan sebuah karya seni. Alasan itu juga yang membuat Amy menyebut setiap koleksinya sebagai masterpiece. “Every piece is a masterpiece, karena dirancang dengan kekhasan tersendiri, khusus bagi masing-masing individu,” tutur desainer yang dipercaya menjadi ambasador Swarovski ini. Incoming search terms for the article: |
|
|
August 14th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
KArena banyaknya suku dan adat istiadat di Indonesia maka pernikahan pun mejadi memiliki keunikan tersendiri di setiap daerah. Pernikahan merupakan suatu acara yang dinilai sakral untuk menyatukan dua insan yang hendak bersatu dan membentuk keluarga. Melalui pernikahan, tak hanya kedua insan yang akan berkepentingan, namun keluarga dari masing-masing mempelai juga akan menyatu. Pada hari kedua insan tersebut bertukar ikrar, kedua orangtua dan handai taulan akan saling memberi doa restu kepada mereka, beserta semat harapan untuk masa depan mereka. Di Indonesia, ada banyak suku, masing-masing suku tersebut memiliki adat istiadatnya. Tetapi keberagaman tersebut memiliki kesamaan, salah satunya dalam menyambut hari pernikahan. Hari pernikahan di masing-masing suku dianggap menjadi suatu hal yang sakral dan perlu disambut dengan cara, kebiasaan, serta interpretasi yang berbeda-beda. Ini merupakan sebuah nilai budaya yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri yang tak pelak harus dilestarikan. Sedikit banyak, hal-hal budaya semacam ini merupakan identitas bangsa kita. Melihat pentingnya melestarikan budaya ini, Bella Donna Group dan Shangri La Hotel Jakarta bekerja sama menggelar acara pameran pernikahan adat yang diberi nama Mahligai Megah Nusantara. Acara yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Agustus 2010 di hotel Shangri La Jakarta ini akan menampilkan 7 budaya pernikahan Indonesia. Ketujuh budaya yang dikedepankan antara lain; Betawi, Batak, Minang, Palembang, Sunda, Jawa, dan China Peranakan. “Tak hanya pameran, tetapi acara ini juga ditujukan untuk mengedukasi para pengunjung. Di antaranya, lewat dekorasi di masing-masing anjungan adat, ditambah lagi lewat tulisan keterangan di depan masing-masing anjungan, juga dengan pasangan pengantin yang mengenakan busana adat masing-masing budaya,” jelas Diany Pranata Chandra, selaku pimpinan Bella Donna Group. Seperti yang dijelaskan Diany, yang bercita-cita untuk melestarikan budaya pernikahan tradisional sebelum diklaim oleh bangsa lain lagi, ajang ini dikreasikan untuk mengedukasi para calon mempelai mengenai adat pernikahan tradisional. Selain yang disebutkan di atas, para pengunjung bisa menikmati show tata cara umum pernikahan adat. Untuk hari ini, Minggu (15/8/2010), tertulis pada jadwal, akan ada show pernikahan suku Minang pada pukul 13.00, dilanjuti dengan peragaan busana Wangie Fashion House dan Ferry Setiawan pada pukul 14.00. Kemudian dilanjuti dengan traditional show adat Sunda, pada pukul 16.00, dan diakhiri dengan peragaan busana oleh Ivan Gunawan pada pukul 19.30. Sementara esok, Senin (16/8/2010) akan ada perlombaan rias pengantin berturut-turut mulai dari PAES Modifikasi Nusantara, Non PAES Modifikasi Nusantara, dan Komersial Internasional mulai dari pukul 10.30. Diteruskan dengan peragaan busana cheong sam dari beberapa perancang, serta peragaan busana dari Widhi Budimulia pada pukul 16.30 hingga selesai. Pada hari terakhir, Selasa (17/8/2010), akan ada peragaan busana oleh APPMI pada pukul 13.00, lalu traditional show adat Betawi pada pukul 14.30, dan peragaan busana dari beberapa desainer lainnya. Incoming search terms for the article:
|
|
|
June 30th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
AJANG Islamic Fashion Festival 2010 kembali digelar. Mengusung tema ”Cita Nusantara”, para desainer dari Indonesia dan Malaysia mendapat tantangan mengolah puluhan jenis kain menjadi lebih modern dan wearable. Seperti tahun sebelumnya, para perancang yang ikut berpartisipasi di ajang Islamic Fashion Festival (IFF) kesembilan ini bukan wajah baru lagi. Mereka adalah perancang pilihan yang setia mendukung ajang kolaborasi dua negara untuk mewujudkan Jakarta dan Kuala Lumpur sebagai ibu kota busana muslim dunia. Para desainer Indonesia yang ikut berpartisipasi selama pergelaran IFF, di antaranya Merry Pramono, Iva Latifah, Erni Kosasih, Hannie Hananto, Alphiana Chandrayani, Anne Rufaidah, Jenny Tjahyawati, Safitri, Ida Royani, Zainal Songket, Nuniek Mawardi, Ian Adrian, Milo, Samuel Wattimena, dan Ghea Panggabean. Sementara dari Malaysia diwakili Tom Abang Saufi, Melinda Looi, Khadani, Noraini Jarumas, Kraftangan Malaysia, dan Mona Din Hajaba. ”Alhamdulillah IFF tahun ini bisa terselenggara dan hanya membutuhkan waktu satu bulan. Kami menggelar IFF selama dua hari, mulai dari 29-30 Juni 2010. Tadinya tidak ada rencana digelar di Jakarta, karena tahun ini kami lagi banyak melakukan promosi. Belum lama ini kami memperkenalkan busana muslim di New York,” tutur Founder & Chairman IFF Dato’ Raja Rezza Shah kepada okezone seusai pergelaran busana, Selasa (28/6/2010). Rezza –panggilan akrab Dato’ Raja Rezza Shah- mengatakan, saat ini sudah saatnya masyarakat internasional (Barat) mengenal busana muslim bisa tampil cantik. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka yang masih menilai bahwa busana muslim identik dengan pakaian hitam-hitam. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article: |
|
|
June 27th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Sarah Jessica Parker (45) suka berbelanja pakaian di toko yang menjual busana bekas biasanya dalam rangka pengumpulan dana bantuan kemanusiaan. Di sana ia bisa memperoleh pakaian yang tak dimiliki oleh orang lain. “Saya tetap percaya kepada toko pakaian bekas–itu merupakan satu-satunya tempat di mana anda dijamin bisa menemukan sesuatu yang sangat unik,” katanya. Bagaimanapun, ibu dari tiga anak–James (7) serta si kembar Marion dan Tabitha (10 bulan)–ini juga masih suka busana karya perancang fashion. Namun, ia mengutamakan pakaian yang cocok untuk sehari-hari. “Saya sangat suka pakaian yang indah, dibikin dengan baik. Saya jarang berbelanja. Jadi, saya memilih busana yang awet. Saya suka memadukan busana vintage dengan yang dibuat oleh para perancang yang lebih baru,” tuturnya. “Tapi, saya mengenakan apa yang praktis karena saya seorang ibu. Saya berjalan kaki mengantar anak laki-laki saya ke sekolah dan saya tidak ingin mengecewakannya,” sambungnya. |
|
|
GAUN Princess of Wales yang dirancang David Emanuel untuk sebuah acara pesta pada 1981 laku terjual seharga 192 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp 2,6 miliar. Harga tersebut jauh melebihi perkiraan awal lelang seharga 50 ribu Poundsterling. Gaun taffeta berjulukan ”Daring Di” tersebut dibeli Jorge Karur, pemilik museum mode Museo de la Mode di Santiago, Cile. ”Gaun Putri Diana jatuh ke tangan Jorge Karur yang saya yakin akan merawat gaun spesial tersebut dengan sangat baik. Sebelumnya, gaun tersebut hanya tersimpan begitu saja di garasi David Emanuel,” ujar kurator lelang Kerry Taylor. Selain itu, Taylor mengatakan telah mendapat pemberitahuan pribadi dari Karur bahwa jika Karur meninggal, maka seluruh gaun Putri Diana yang dia miliki akan langsung disumbangkan kepada Kensington Palace. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article: |
|
|
June 8th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Berbusana di musim panas tak hanya berasal dari pantai saja. Banyak cara untuk tampil gaya ketika jalan-jalan di mal ataupun sekadar hang out dan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan tampilan sesederhana mungkinsantai dan enak dilihat. Bila gaun maxi sering kali kamu pakai, kini saatnya kamubisa mencuri ide fesyen dari selebriti. Hanya sekadar untuk liburan, ataupun bersantai dan bercengkerama dengan teman, kamu bisa memilih busana yang simpel dan kasual, namun tetap bergaya chic dalam balutan denim. Di Hollywood sendiri, dress berbahan denim merupakan salah satu tren terbesar yang menjamur di musim ini. Salah satu aktris yang memopulerkan denim adalah Jessica Alba. Bintang ”The Fantastic Four” ini memang jagonya berdandan manis. Alba mengenakan dress denim dengan desain elegan pada bagian leher-menyerupai celemek-di mana dulu busana ini memang sempat populer pada tahun 1990-an di dunia catwalk maupun pada fesyen high street. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article: |
|
|
April 16th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
KITA mengenal batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Garut. Bagaimana dengan batik Bandung? Dibanding para sepupunya yang bergaya klasik, batik Bandung justru tampil kontemporer dengan gaya abstrak yang dicipta lewat puisi. Pencipta Batik Bandung tersebut adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar, putri dari mendiang seniman dan maestro lukis kenamaan RH Popo Iskandar. Darah seni sang ayah rupanya mengalir kental di nadi Tetet Cahyati. Tidak hanya berkutat di seni lukis, justru pencetus batik abstrak kontemporer ini merupakan seniman multimedia yang secara bertahap mencipta batik dari larik puisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam lukisan, lalu dicetak menjadi motif batik di atas sutra. Jenis batik baru yang kemudian dikenal sebagai batik Bandung khas kota kembang. Aom Kusman, presenter yang dulu terkenal dengan kuis ”Siapa Dia”, juga mengapresiasi batik Bandung besutan Tetet Popo Iskandar. ”Ini adalah langkah yang bagus dengan inovasi dari Ibu Tetet, batik akan menjadi lebih disukai anak muda. Mereka yang tidak menyukai batik klasik bisa memilih batik abstrak kontemporer ini,” komentarnya, yang mengharapkan batik Bandung bisa berkembang layaknya batik Garut dan Cirebon. Tidak jauh berbeda, istri Wali Kota Bandung, Nani Dada Rosada, pun punya pendapat serupa. ”Saya berharap dengan lebih banyak acara seperti ini, batik Bandung bisa lebih banyak dikenal masyarakat, terutama dengan adanya sentra batik Bandung di Cigadung walaupun kini masih dalam proses pembangunan,” sebutnya. ”Dengan begitu, saya harap Bandung tidak hanya akan terkenal sebagai kota wisata belanja atau wisata kuliner, tapi juga kota batik,” sambungnya. Batik kreasi Tetet memang berbeda dengan batik yang biasa ditemui. Tidak ada motif bunga, burung, atau ragam hias klasik seperti parang dan kawung yang sarat makna, melainkan berupa gambar abstrak dengan sapuan garis geometris berwarna cerah. Batik abstrak kontemporer karya Tetet tampil ekspresif, bebas, bahkan polos, yang menjadi bentuk murni ungkapan jiwanya. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article:
|
|
|
April 5th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Meski secara geografis Indonesia beriklim tropis, tak ada salahnya jika Anda mencoba mengenakan syal dalam berbusana. Selain menjaga badan tetap hangat, syal juga menjadikan Anda tampil trendi, gaya, dan beda. Aksesori yang satu ini bukan barang baru dalam industri fesyen. Pasalnya, memasuki tahun 2007, item fesyen yang satu ini mengalami peningkatan penjualan. Bagaimana tidak, butik-butik di pusat perbelanjaan kerap menjajakan aksesori penutup leher ini. Bahkan, kini syal atau yang dikenal dengan scarf semakin digandrungi. Sebagai penunjang, syal memang bisa mendongkrak penampilan. Unik dan stylish, adalah dua kesan yang ditampilkan ketika seseorang tengah mengenakan syal. Syal sendiri memiliki beragam tipe. Entah dilihat dari ukuran, bentuk, dan material yang dipergunakan. Beberapa syal bahkan didesain khusus untuk industri fesyen sebagai pelengkap berbusana. Namun, secara garis besar, syal biasanya berbentuk empat persegi panjang. Ukurannya, dari yang 50 cm sampai terpanjang hingga 100 cm lebih bisa dipilih sesuai selera. Mulai syal rajutan lebar yang tengah naik daun, woven, embroidery, crochet, dan printed pilihan yang bisa dicoba. Adapun pilihan material dari wol, cashmere, chenille, angora, dan velvet merupakan pilihan yang tepat bagi para fashionista untuk bergaya. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article: |
|
|
RESESI yang mulai memudar membuat para pelaku mode mulai menyusun strategi baru untuk mengejar kerugian yang terjadi selama dua tahun. Kerugian terjadi pada para peritel besar yang biasanya mendominasi di gelaran Pekan Mode New York, London, Milan, dan Paris. Saat resesi, mereka lebih banyak diam dan mengamati kondisi dan memikirkan strategi untuk musim berikutnya dan saat ini merupakan momen yang tepat untuk memulai. Seperti yang dilakukan China, saat peritel besar dan sejumlah label internasional mundur akibat resesi, label justru mengambil alih pasar. Mereka dengan sigap mengambil kesempatan dan mengisi celah yang kosong. Gerakan tersebut terlihat di China Fashion Week selama dua musim terakhir. Kendati penyelenggara pekan mode mengumumkan bahwa musim ini jumlah label internasional yang tampil berkurang, geliat fashion week tetap terasa. Terima kasih kepada label lokal yang tetap berusaha mengobarkan semangat mode. Read the rest of this entry » |
|
|
KAUM selebriti selalu menjadi media paling jitu mengenalkan tren terkini. Tapi tidak semua selebriti bisa mengenalkan dengan benar tren anyar itu setiap saat. Seperti Paris Hilton yang mengenalkan tren motif binatang, namun sayang tidak baik untuk diikuti. Untuk mengetahui bagaimana penampilan seleb terbaru bisa terlihat begitu salah, dan bagaimana Anda bisa melakukannya dengan benar, tanpa melanggar aturan. Demikian seperti dinukil dari Dailymail, Kamis (18/3/2010). Animal prints (motif binatang) memang dapat menambahkan warna dan kegembiraan saat Anda memakainya. Bahkan, motif binatang pun dapat membuat Anda tampil gaya bila dilakukan dengan cara yang benar. Namun tidak begitu dengan Paris Hilton. Saat dia memakai motif macan tutul dari ujung kepala sampai kaki membuatnya tampak murah dan menggelikan. Read the rest of this entry » Incoming search terms for the article: |
|



