DARI Amerika, spotlight mode hijrah ke Inggris, tempat ”Sang Ratu” Vivienne Westwood dan label ikonik Burberry meramaikan catwalk London.
Royal Courts of Justice menjadi latar belakang nan spektakuler di pertunjukan milik Dame Vivienne Westwood untuk label sekundernya, Red Label. Fashion show Westwood tersebut merupakan yang kedua kalinya di catwalk London, setelah pertunjukan untuk ulang tahun ke-25 Pekan Mode London pada September tahun lalu. Untuk koleksi musim gugur, Westwood menampilkan gaya khasnya, gaun ringan beraksen draperi.
Dari segi warna, Westwood pun tak segan keluar jalur. Busana musim gugur yang biasa berpalet muram, di tangan desainer yang menjadi pencetus gaya punk-rock itu, palet musim gugur berubah ceria. Ungu, fuschia, dan lembayung hadir silih berganti dengan warna-warna koral. Sesekali, Westwood juga menunjukkan sisi ”liar” melalui permainan motif kulit ular yang diletakkan sebagai detail, baik pada aksesori maupun busana.
Seperti biasa, di akhir pertunjukan, Westwood pun memperlihatkan komitmen dan kepeduliannya terhadap sesama. Sebagai penutup, para model berbaris anggun dalam balutan t-shirt yang khusus didesain untuk membantu Fashion for Relief besutan Naomi Campbell guna menggalang dana bagi korban gempa Haiti.
Saat pembukaan acara, Harold Tillman, Chairman British Fashion Council, mengajak seluruh undangan dan pelaku mode yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala, mengheningkan cipta atas kepergian salah seorang jenius mode Inggris, Alexander McQueen.
”Sebagai seorang desainer, McQueen memiliki pengaruh yang begitu besar di dunia mode, bukan hanya di Inggris, melainkan di seluruh dunia. Kepergiannya yang begitu mendadak adalah kehilangan bagi kita semua,” ujar Tillman.
Adapun, pekan mode reguler enam bulanan tersebut dibuka istri Perdana Menteri Inggris, Sarah Brown, yang dilaporkan The Telegraph, mengenakan gaun bermotif cetak keluaran Erdem dan dilengkapi ikat pinggang eco-chic yang terbuat dari selang air daur ulang. Dalam sambutannya, Brown mengungkapkan bahwa Pekan Mode London merupakan kebanggaan bagi Inggris. ”Sepanjang sejarahnya, Pekan Mode London selalu menjadi gerbang bagi desainer muda untuk berkarya dan roda utama yang menggerakkan ekonomi kreatif secara dinamis,” ujarnya.
Bakat baru bukanlah satu-satunya yang dicetak Pekan Mode London kali ini, melainkan juga inovasi, yang diperlihatkan melalui peluncuran fitur baru Digital Space, fashion show digital yang bisa dilihat secara langsung melalui live streaming via internet. Salah satu label yang juga menunjukkan inovasi teknologinya dalam hal pertunjukan adalah Burberry. Tidak mengandalkan pertunjukan digital dua dimensi, Burberry melompati tradisi dan menyuguhkan pertunjukan 3D secara simultan untuk para konsumen dan media di New York, Paris, Los Angeles, Tokyo, dan Dubai.
Selain Westwood, nama besar lain yang juga meramaikan catwalk London adalah ”the hippie boy” Matthew Williamson, Betty Jackson, dan Jasper Conran. Untuk koleksi musim gugur, Williamson tetap menghadirkan motif cetak multiwarna tetapi dengan siluet yang lebih beragam, termasuk atasan bergaya cape, mantel beraksen bulu, dan terusan dalam berbagai potongan.
Berbeda dengan Williamson, Jackson justru lebih memfokuskan koleksinya pada aksesori berukuran jumbo yang menemani gaun mini, celana berpipa sempit, dan bolero.
Sesuai pertunjukan Williamson, Sienna Miller, aktris yang juga berprofesi sebagai desainer, mengatakan bisa melihat perkembangan pesat Pekan Mode London di beberapa tahun terakhir. ”Industri mode tengah berevolusi dan kita melihat wujud barunya sekarang,” sebut Miller yang juga mempertunjukkan koleksi Twenty8 Twelve di Pekan Mode London.
Jika Williamson bermain prints dan Jackson pamer aksesori, Conran, yang mengikuti Pekan Mode London sejak 1979 justru menghadirkan gaya penuh volume dalam palet solid. Conran juga banyak bermain dengan potongan kotak dan panel yang menjadikan koleksinya hadir konstruktif.
Pertunjukan Burberry dipenuhi barisan selebriti Hollywood, seperti Kristen Stewart, Claire Danes, Mary-Kate Olsen, Kate Hudson, dan Uma Thurman. Selain selebriti, fashion show Burberry, yang dihelat di Chelsea College of Art, juga dihadiri para editor-in-chief Vogue yakni, Anna Wintour, Carine Roitfeld, dan Angelina Chung. Pekan Mode London untuk musim gugur dan musim dingin 2010/11 menghadirkan 68 runway show dan lebih dari 200 label di area pameran. Lebih dari 5.000 pengunjung, termasuk pihak buyer dan media, diperkirakan hadir.
Pekan Mode London tersebut membantu industri mode Inggris memutar ekonomi dengan jumlah penjualan senilai lebih dari 100 juta poundsterling. Sebagai bonus, Pekan Mode London juga menghasilkan pemberitaan di media internasional senilai 60 juta poundsterling.
Incoming search terms for the article: