PERGANTIAN tahun 2010, tinggal hitungan hari. Sebelum menyambut tahun bershio Macan Logam ini, banyak pertanyaan bergelayut di benak, mengenai percintaan, karier, kesehatan, hingga peruntungan bisnis. Akankah lebih baik dari tahun 2009, atau justru kebalikannya? Banyak faktor yang membuat sebuah negara menjadi maju. Salah satunya, perekonomian yang baik dengan berbagai usaha yang tumbuh subur di dalamnya. Menurut penerawangan Beby Djenar lewat kartu tarotnya, peluang usaha di tahun berkarakter keras dan agresif mendatang, masih belum bersinar cerah.

Pemulihan ekonomi berjalan lambat Peluang bisnis nampaknya belum berpihak pada para pengusaha. Tahun 2010, pemulihan ekonomi berjalan lambat. Dengan kondisi yang naik turun di setiap kwartal tahun, menunjukkan bangsa kita belum mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi. Banyaknya polemik yang terjadi saat ini menyebabkan investor asing masih belum berani berinvestasi. Pasalnya, mereka tidak berani mengambil risiko dan berpikir ulang untuk menanam modalnya di Indonesia. Read the rest of this entry »


 

Koleksi Alma Riva/APPMI Yogyakarta

HITAM identik dengan warna berkabung. Tapi di tangan desainer muda Alma Riva, hitam tampil lebih elegan dan cantik.

Begitulah kesan pertama melihat koleksi Alma Ridwan di ajang Jogja Fashion Tendance 2010. Perancang berusia 34 tahun ini terlihat all out mengolah material bahan yang dominan hitam.

“Warna hitam lebih terlihat elegan dan memiliki kelas,” kata Alma kepada okezone di acara gathering di Omahku Yogyakarta, Sabtu (7/11) lalu.

Di ajang tahunan ini, Alma yang banyak memanfaatkan material bahan satin, tule, sifon, dan rajut, itu lebih fokus menggarap wanita usia muda sebagai market potensial. Untuk itulah, desain busana yang ditampilkan tidak lepas dari semangat anak muda. Ciri rancangannya funky.

Untuk mengakomodasi keinginan anak muda yang beragam, Alma pun memberikan opsi busana yang beragam. Koleksinya seperti tube dress, short dress, blus, rok rampel, backless, halter neck, dan bolero.

“Tidak perlu memakai aksesori yang berlebihan, karena busana hitam bisa membuat wanita tampil menawan,” tukas Alma yang mengusung tema koleksi “Chic to Chic”.


 

Mungkin adab kita semua dilihat dengan bagaimana kita berpakaian, atau juga sikap kita. Ber-pakaian selayaknya, dan menyesuaikan situasi dan kondisi membuat penampilan akan semakin menarik. Kadang ada beberapa yang berpendapat bahwa pakaian tidak perlu diperhatikan. Kalau menurut kami, pakaian merupakan simbol diri, dan bagaimana diri kita bertambah semangat semangat dan percaya diri.

Aneh juga kalau cara berpakaian kita sembarangan, apalagi belakangan anak muda memiliki taste yang berbeda. Yang unik dan nyleneh dianggap lebih oke asal sopan (walau sebenarnya ya amburadul). Semua perubahan ini sebenarnya merupakan hasil dari media yang tersedia di negeri ini. Aneh kan…. Media sekarang bisa menciptakan opini publik yang sangat dipercaya oleh masyarakat, walau kadang juga dilengkapi segala kebutuhan agar masyarakat setuju dengan apa yang mereka inginkan.


 

Tepat tanggal 1 Oktober 2009 batik menjadi pakaian buatan khas Indonesia dan diakui Unesco sebagai warisan budaya nenek moyang Indonesia. Pada hari ini pula seluruh pegawai baik swasta maupun negeri dianjurkan memakai batik, bahkan dilingkungan pemerintahan juga memakai batik selama 1 minggu.

Batik memang milik bangsa Indonesia, pembuatannya yang sangat tradisional, membuat bati sangat khas dan lain dari produk lainnya. Batik sangat elegan, bisa digunakan berbagai acara baik resmi maupun non resmi. Batik sutera yang sangat bagus, diolah dengan ketrampilan tingkat tinggi juga akan terlihat berbeda dengan pakaian batik lainnya. Semoga dengan batik Indonesia lebih dikenal oleh dunia.


 

Menjelang hari raya lebaran kira-kira kurang 1minggu lagi semua Mall, pertokoan Ramai… penuh. Maklum mereka semua baru mendapat THR dan ingin membelanjakan keperluan hari Raya. Apalagi disaat seperti ini kebanyakan mengeluarkan diskon yang hebat banget.. Mulai dari 30% sampai 70%. Jam buka mall pun diperpanjang, yaitu biasa jam 10 malam sudah pulang, sekarang ditambah sampai jam 12 malam.

Apakah fenomena akan terjadi terus sampai beberapa tahun yang akan datang…. kelihatannya tetap deh.. karena ini merupakan tradisi turun menurun. Mulai dari anak kecil sampai Nenek – kakek ikut juga lho. Maklum kadang momen seperti terjadi hanya setahun sekali.. beli pakaian dan peralatan lainnya baru, sedangkan mereka kaum menengah atas paling juga ikut cuman tidak seantusias menengah bawah, maklum merka kan sering berbelanja… nggak perlu menunggu hari raya. So Kalaupun berbelanja telitilah produknya, karena bisa saja diskon 70% tapi pakaian sudah Jadul.  Ini adalah fakta yang kadang orang tidak begitu memperhatikan.


 

CANTIK dan trendi terkesan dengan mengenakan jilbab kombinasi topi. Dengan tambahan renda jilbab yang dikenakan terlihat lebih oke. Dan, sangat tepat dikenakan saat liburan.

1.Kenakan jilbab bergo.

2.Lalu tarik kedua sisinya ke tengkuk, semat dengan peniti.

3.Selanjutnya kenakan topi di atasnya.

4.Setelah itu, ambil renda tali, kenakan dari belakang,dan temukan kedua sisinya di samping kanan. 5.Kemudian gulung masing-masing sisi, semat dan tempelkan, gunakan bantuan jarum.


 

Warna yang akan trend pada beberapa hari ini… maklum hari kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus. Warna Merah putih merupakan warna bendera negara ini, so ketika merayakan kemerdekaan RI pantaslah warna dari pakaian yang kita pakai bernuansa bendera Merah Putih.

Lihat saja ketika pawai, Gerak jalan maka nuansa warna merah putih sangatlah kental. Bambu Runcing pun  diwarnai merah putih.  MERDEKA. Mari kita rayakan hari kemerdekaan dengan suka. M E R D E K A


 

MERAYAKAN hari jadinya yang ke-13, Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat menggelar milad yang mempersembahkan koleksi 13 desainer yang tergabung di dalamnya.

Menjadikan Jawa Barat sebagai trendsetter busana muslim Indonesia merupakan tujuan IPBM. Karena itu, setiap tahunnya, setiap desainer yang terlibat selalu berusaha memberikan sesuatu yang inspiratif, baik bagi desainer lainnya maupun tamu undangan.

Seperti juga kali ini, tema “?Aesthetic in Fashion” ?yang diusung IPBM menggambarkan betapa busana muslim pun bisa tampil apik dan variatif layaknya busana kontemporer. Iva Lativah, Ketua IPBM Jawa Barat mengatakan, sudah menjadi kewajiban para desainer untuk berdakwah melalui busana.

“Bagi kami, para desainer,busana adalah syiar Islam, karenanya kami berusaha memberikan yang terbaik setiap tahunnya untuk para konsumen, sehingga mereka pun terpanggil keimanannya untuk berbusana sesuai kaidah Islam,” ujarnya.

Selain itu, Iva juga mengungkapkan bahwa meskipun sudah menginjak usia yang ke-13, IPBM masih harus terus belajar dan berinovasi sehingga dapat terus berkembang dan maju dalam merancang busana muslim. “Sehingga nantinya, busana muslim dapat menjadi pakaian yang populer dan menjadi ciri khas bagi setiap muslim di tanah air,” tuturnya.

Melihat koleksi yang ditampilkan para desainer di atas panggung, tampak jelas bahwa tahun 2009 ini sisi kontemporer berbusana muslim menjadi konsentrasi utama.Ketua Penyelenggara Milad IPBM XIII Herman Nuary menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan guna menyiasati persaingan yang semakin kompetitif di dunia fashion.

“Dengan begitu, kita bisa mengangkat kaum muslimah agar dapat selalu tampil rapi dan serasi, menjadi muslimah yang seutuhnya,” katanya.

Keistimewaan lain yang dibawa IPBM pada pertunjukkan yang dihelat di Ballroom Hotel Hilton, Bandung, itu adalah kerja sama dengan Dekranasda Jawa Barat yang baru pertama kali dilakukan. Ketua Dekranasda Jawa Barat sekaligus Penasihat IPBM Netty Heryawan mengatakan, kerja sama antara Dekranasda dan industri busana muslim diharapkan dapat lebih memperkaya khasanah fashion di Jawa Barat.

“Dengan jumlah penduduk mencapai 42,1 juta jiwa dan pasar busana muslim yang mencapai 80 persen-nya, maka hal itu merupakan potensi yang tidak bisa dikesampingkan. Apalagi saat ini busana muslim ada di setiap level usia, aspek gaya hidup, juga di pertemuan bisnis. Karenanya, Dekranasda memiliki kepentingan dalam industri ini untuk mempertemukan potensi Jawa Barat, sehingga bisa terjadi sinergi antara seni dan budaya Jawa Barat dengan industri fashion muslim yang menjanjikan ini,” terang istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut.

Sinergi tersebut pun direspons para desainer dengan menghadirkan rangkaian koleksi busana muslim kontemporer, yang selaras dengan tren terkini,namun tanpa melupakan sisi tradisional budaya.

Nuniek Mawardi, salah satu desainer yang berpartisipasi, mengungkapkan bahwa koleksinya yang bertema ?”Ambiguous Earthy”? merupakan kombinasi antara inspirasi global dengan citra lokal.

“Sesuai dengan tren musim semi dan musim panas 2010 yang mengusung tema ‘Ambivalen’,saya berusaha mengombinasikan sisi internasional dalam napas lokal melalui gaya busana Mesopotamia, namun dengan material tradisional, yakni tenun Gedog Tuban dan Lurik Yogyakarta,” paparnya.

Berbeda dengan Nuniek yang memberikan aksi twist pada bentukan tunik dan gaun ala jubah Assyria, Iva Lativah justru bermain garis dengan mengedepankan tema ?”Art Deco Batik?”. Yang menarik, Iva menempatkan huruf-huruf berhias metalik membentuk labelnya, Iva Lativah, di bagian depan busana, baik itu berupa tunik, gamis, maupun kemeja untuk pria.

Koleksi lain yang juga terlihat menonjol dalam pergelaran tersebut adalah milik Ernie Kosasih yang mengetengahkan gaya koboi melalui tema ?”In The Mood of Western”?. Bagaimana tidak, rompi, kemeja kotak-kotak, rok berumbai, sepatu bot, dan topi koboi mendominasi koleksinya, menjadikan pertunjukkan semakin meriah dengan alunan musik country, sekaligus memancing tepuk tangan para tamu undangan.

Kontras dengan koleksi besutan Yana Diah Kusumawati yang menonjolkan kesederhanaan rancangan, namun dengan twist apik berupa permainan aksesori berukuran jumbo serta teknik jumputan sebagai motif. Adapun Ning Zulkarnain serta Nina Azura menyuntikkan keceriaan lewat permainan warna pelangi.

Bila Nina bermain dengan gradasi dan sentuhan metalik, Ning justru menyajikan semua warna menjadi satu melalui motif abstrak dan gaya multi-layer. Desainer lain yang juga berpartisipasi dalam milad IPBM XIII adalah Fenny Sofia, Betty Ahyar, Hennie Noer, Meeta Fauzan, Joko Aditya Subekti, serta Herman Nuary.


 

Foto: Eko Purwanto/Koran SI

DALAM industri mode, warna memegang peranan yang sangat penting. Warna merupakan unsur yang pertama terlihat, juga yang paling lama dan mudah diingat.

Color & Image Consultant Irma Hadisurya mengatakan, dalam bisnis dan industri, warna sering disebut sebagai the silent saleperson atau pihak yang menjual tanpa perlu payah berusaha. Lebih lanjut, Irma juga menjelaskan bahwa warna adalah unsur utama dalam dunia desain, termasuk mode, interior dan dekorasi, juga industri lainnya. Karenanya, dibutuhkan sebuah pakem yang menentukan warna mana yang cocok untuk suatu waktu tertentu, atau mampu menggugah emosi dan suasana hati. Selain itu, hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 65 persen keputusan belanja konsumen dipengaruhi warna dan kemasan.

“Warna mampu menciptakan kesan, menyampaikan pesan, bahkan menggugah ingatan. Karenanya, dalam dunia desain warna tidak statis, melainkan dinamis, cenderung bergonta-ganti,” ujarnya. “Terkadang, warna-warna tertentu secara serempak membanjiri pasar, dicari, dan dikenakan banyak orang, lalu selang beberapa waktu kemudian digantikan warna lain.Itulah yang kita sebut tren warna,” papar Irma.

Menurut Irma, prediksi tren warna atau color forecesting sebenarnya sudah ada sejak akhir abad ke-19. “Pertama dikeluarkan oleh sebuah pabrik tekstil di Prancis yang ditujukan bagi industri tekstil secara keseluruhan, isinya mengenai warna-warna yang sedang populer di kalangan penjahit baju dan pembuat topi,” tutur Irma.

Sejak saat itu, bisnis color forescasting berkembang, menjadi bagian tersendiri dari industri mode sehingga lahirlah color designers dan color forecasters yang bertugas mengembangkan dan memutuskan arahan warna. “Tren warna sebenarnya lahir dari hasil kesepakatan. Mereka (forecasters dan pelaku mode) menghadiri pertemuan dua kali setahun untuk menentukan tren warna. Mereka mengevaluasi warna-warna best seller di pasar dan merencanakan warna-warna yang akan tampil dalam siklus berikutnya,” celoteh Irma. “Kemudian, hasil kesepakatan tersebut dikemas dalam bentuk color forecast yang akan berlaku 18-24 bulan berikutnya,” imbuhnya.

Adapun untuk tren warna 2009, Irma menyebutkan hingga akhir tahun warna kuning masih akan menjadi primadona karena dianggap cocok mengatasi situasi global yang tidak menentu. “Kuning menggambarkan kemantapan, kehangatan, dan keriangan yang juga menjadi simbolik masa depan,” ujarnya.

Dominasi kuning di atas catwalk dapat dilihat pada koleksi beberapa desainer Indonesia yang dipamerkan dalam berbagai pertunjukan beberapa bulan terakhir. Sebut saja Handy Hartono yang mempersembahkan kuning dalam kemasan tribal ala Afrika. Di ajang “Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2009 lalu, Handy menghadirkan ragam desain yang terinspirasi dari keindahan alam, rumah-rumah, dan kerajinan tangan suku Nubian yang tinggal di Pulau Elephantine, Sungai Nil, Mesir.

“Mereka memiliki kerajinan yang begitu indah dan eksotis dengan motif-motif geometris dan warna-warna cerah,” ujar Handy.

Warna kuning memang tidak serta-merta dihadirkan Handy secara mentah, Handy memainkan warna hangat tersebut, terkadang menyajikannya dalam nuansa yang lebih gelap atau cenderung mengarah ke warna oranye atau lemon. Menurut Handy, hal tersebut disesuaikannya dengan warna kulit wanita Asia yang lebih cocok menggunakan paduan palet warna hangat layaknya earth color, seperti ketika tembaga berpadu perak, hijau bertemu kuning, dan cokelat menyapa kelabu yang tampil dalam garis rancangan minimalis khas Handy.

Kuning bukan hanya milik Handy, juga Defrico Audy yang menyajikan koleksi bernapas etnik dari tenun Sulawesi. Bila Handy menyajikan ragam nuansa kuning, Audy justru lebih menonjolkan keceriaan kuning dengan menambahkan payet, kristal dan manik-manik. Selain Audy dan Handy, desainer lain yang juga menggunakan kuning dalam rancangan mereka adalah Pinky Hendarto, Uke Toegimin dan Malik Moestaram.

Meskipun kuning memang menjadi acuan warna tren 2009, tidak semua desainer mengaplikasikan tren tersebut dalam rancangan mereka. David Landart, color forecaster & consultant dari Carlin International mengatakan, tren warna merupakan garis besar yang kerap dijadikan panduan dalam menyesuaikan dengan selera pasar, namun tidak mengikat ataupun mutlak harus diikuti.

“Desainer terkadang memiliki garis dan konsep rancangannya masing-masing. Tren warna hanyalah acuan saja, sementara pemilihan warna pada koleksi masing-masing desainer merunut pada busana seperti apa yang akan ditampilkannya,” ujarnya. Hal ini diamini desainer asal Bandung, Harry Ibrahim. Dia juga menjelaskan, untuk gaya busana tertentu, mungkin warna kuning akan cocok diterapkan, tanpa menutup kemungkinan kombinasi dengan warna lainnya.

“Warna sangat universal, dan setiap desainer pasti menyesuaikan warna dengan garis rancangannya. Misalnya desainer yang bermain di garis kasual, warna kuning bisa masuk, tapi untuk garis tertentu seperti evening atau kebaya, harus disesuaikan,” ucap desainer yang akrab disapa Ibra ini.

Kendati demikian, Ibra tak menampik bahwa tahun ini, nuansa warna yang lebih colorful memang menjadi tren. “Saya rasa memang tahun ini, warna cenderung lebih colorful dan dominan kuning. Kita cukup mengetahui perkembangan tren, tapi kembali lagi ke garis rancangan masing-masing,” pungkasnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)


 


Gambar

Jakarta Pria pada umumnya identik dengan hal-hal yang maskulin dan memacu adrenalin.
Warna-warna yang ada disekitarnya pun tidak jauh dari warna konvensional seperti hitam dan putih.

Warna pink sangat identik dengan perempuan. Namun, bagi sebagian selebritis pria sepertinya hal tersebut tidak berlaku. Apa jadinya jika pria seperti Pharrell Williams dan David Beckham menggunakan sesuatu berwarna pink? Ini dia!

Pharrell Williams memang sering menggunakan pakaian dengan warna-warna cerah. Salah satunya ialah kemeja lengan panjang bergaris warna pink yang dibalut dengan vest coklat. Tidak itu saja, Pharrell juga mengenakan jam berwarna pink!

Berbeda dengan Pharrell, Becks sapaan akrab untuk pesepakbola David Beckham hanya menggunakan scarf berwarna rose pink. Tetapi sepertinya scarf tersebut cukup mencolok karena dipadukan dengan jaket kulit warna coklat. Read the rest of this entry »


 
« Older Entries Newer Entries »