pakaian.bizPakaian |

|
No Comments
|
|
|
GAUN Princess of Wales yang dirancang David Emanuel untuk sebuah acara pesta pada 1981 laku terjual seharga 192 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp 2,6 miliar. Harga tersebut jauh melebihi perkiraan awal lelang seharga 50 ribu Poundsterling. Gaun taffeta berjulukan ”Daring Di” tersebut dibeli Jorge Karur, pemilik museum mode Museo de la Mode di Santiago, Cile. ”Gaun Putri Diana jatuh ke tangan Jorge Karur yang saya yakin akan merawat gaun spesial tersebut dengan sangat baik. Sebelumnya, gaun tersebut hanya tersimpan begitu saja di garasi David Emanuel,” ujar kurator lelang Kerry Taylor. Selain itu, Taylor mengatakan telah mendapat pemberitahuan pribadi dari Karur bahwa jika Karur meninggal, maka seluruh gaun Putri Diana yang dia miliki akan langsung disumbangkan kepada Kensington Palace. Read the rest of this entry » |
|
|
June 8th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Berbusana di musim panas tak hanya berasal dari pantai saja. Banyak cara untuk tampil gaya ketika jalan-jalan di mal ataupun sekadar hang out dan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan tampilan sesederhana mungkinsantai dan enak dilihat. Bila gaun maxi sering kali kamu pakai, kini saatnya kamubisa mencuri ide fesyen dari selebriti. Hanya sekadar untuk liburan, ataupun bersantai dan bercengkerama dengan teman, kamu bisa memilih busana yang simpel dan kasual, namun tetap bergaya chic dalam balutan denim. Di Hollywood sendiri, dress berbahan denim merupakan salah satu tren terbesar yang menjamur di musim ini. Salah satu aktris yang memopulerkan denim adalah Jessica Alba. Bintang ”The Fantastic Four” ini memang jagonya berdandan manis. Alba mengenakan dress denim dengan desain elegan pada bagian leher-menyerupai celemek-di mana dulu busana ini memang sempat populer pada tahun 1990-an di dunia catwalk maupun pada fesyen high street. Read the rest of this entry » |
|
|
May 22nd, 2010
Filed under:
FASHION
|
|
|
SEBAGAI ikon mode dunia, istri Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Michelle Obama selalu menjadi sorotan dunia fesyen. Kali ini, istri Ibu Negara berkulit hitam pertama itu kembali menjadi pemberitaan dunia mode dengan busana yang dikenakannya. Sekali lagi, Michelle menghebohkan dunia fesyen. Namun kali ini, bukan tentang lengannya yang superkencang atau kegemarannya membeli merek Amerika J crew. Tapi, Michelle baru-baru ini makan malam untuk menghormati Perdana Menteri Indian dengan mengenakan gaun tanpa tali yang bertahtakan payet dengan warna salem yang sangat halus. Demikian yang dinukil okezone dari Dailymail, Jumat (21/5/2010). Perancang gaun tersebut, Naeem Khan menjelaskan, gaun tanpa tali yang dihiasi payet warna perak itu membentuk bunga yang abstrak. Namun, banyak orang menganggap gaun dan warna yang dikenakan wanita low profile itu tidak cocok. Terbukti ketika kantor berita Associated Press melaporkan acara tersebut, “Gaun tersebut seperti warna daging.” Lalu mereka mengecam seorang editor yang menanyakan, “Daging siapa? Bukan miliknya (Michelle Obama).” Mereka kemudian mengganti kata sifat menyinggung dengan istilah, “Kurang suka bertengkar”. Jadi, itu semua hanya bagai sebuah cangkir gaya atau apakah episode menyoroti bias rasial di dunia fesyen? Setelah semua itu, butuh waktu beberapa saat untuk salah satu ikon kecantikan dunia itu memulai permintaan konsumen yang bersifat etnis. Dan kenyataannya, Anda tetap mengenal model-model berkulit hitam -Naomi Campbell, Tyra Banks, Alek Wek, dan Jourdan Dunn- benar-benar menunjukkan bahwa industri ini buta warna. Setelah semua, berapa banyak supermodel yang berasal dari China atau India? Brigade PC pasti akan menyatakan bahwa deskripsi warna seperti daging, bersifat telanjang, hanya berlapiskan kulit, bersifat diskriminatif, karena mereka biasanya digunakan untuk menunjukkan sebuah keteduhan, warna pink pucat kekuning-kuningan yang menjelaskan kulit Kaukasia. Semakin pragmatis di antara kita hanya akan mengatakan bahwa mereka tidak sangat bermanfaat sebagai kata sifat karena mereka terlalu ambigu. Tapi warna adalah suatu hal yang subyektif. Satu wanita memakai gaun warna hijau laut dan tidak ada titik di mana akar menjadi tidak relevan, bukan? Lantas, bagaimana menurut Anda?(nsa) |
|
|
May 14th, 2010
Filed under:
FASHION
|
|
|
KOURTNEY Kardashian, Ashley Tisdale, dan Teri Hatcher merupakan penggemar Boulee. Garis mode terbaru itu kini telah merilis gaun musim panas yang memikat hati dan terfavorit para seleb Hollywood tersebut. Dibuat oleh desainer Debbie Morad, koleksi ini memberikan arti baru untuk gaun yang chic. Perbedaan mendasar tentang Boulee adalah potongan-potongan yang dibuat selalu menyanjung semua jenis tubuh. Begitu yang dikutip okezone dari Hollyscoop. Sang perancang terinspirasi untuk menciptakan koleksi ini setelah putus asa dengan kurangnya variasi dalam lemari pakaiannya sendiri. “Pertama kali aku melihat sebuah gaun Boulee, aku terpesona. Aku berada di sebuah pesta Hollywood, dan melihatnya dari seberang ruangan. Apa yang paling aku suka dari gaun itu ialah caranya yang mengalir, polanya yang bagus, dan daya tarik seksnya. Aku bergegas melihat pada gaun itu dan membaca Boulee. Aku langsung jatuh cinta,” lanjutnya” Koleksi Boulee dapat ditemukan di butik-butik terkenal di seluruh negara termasuk Shoprumor.com, Fred Segal, dan Diavolina di Los Angeles, Big Drop, serta di NYC dan Nordstrom nasional. Selain para seleb di atas, Kim Kardashian, Kelly Ripa, dan Jessica Stroup juga termasuk penggemar Boulee. |
|
|
May 14th, 2010
Filed under:
FASHION
|
|
|
SOSIALITA Paris Hilton memang gemar mengumbar tubuh langsingnya dengan berbikini ria. Namun siapa sangka, untuk memamerkan bentuk tubuhnya itu, pewaris hotel mewah Hilton ini harus rela berdiet ketat meninggalkan kegemarannya menyantap makanan cepat saji dan giat berolahraga. “Aku benar-benar telah bekerja keras. Aku tidak menyantap makanan cepat saji lagi,” ungkapnya yang dinukil okezone dari Femalefirst, Jumat (14/5/2010).”Tidak McDonalds lagi, di dalam maupun di luar. Aku ingin mendapatkan tubuh bikiniku. Jadi saat ini aku berusaha mewujudkan semua itu,” imbuhnya. Wanita 29 tahun ini memiliki alasan untuk khawatir tentang tubuhnya yang berbalut bikini saat akan menghabiskan sebagian besar waktu berjemur diri di kapal pesiar mewah. Dia mengatakan kepada majalah Us Weekly, “Aku hanya akan berada di kapal pesiar musim panas ini, jadi aku harus memiliki tubuh bikini. Dengan yacht aku akan pergi ke St Tropez, Monaco. Aku akan bekerja juga, tapi lebih banyak santai.” Meskipun Paris telah bersumpah untuk menjauhi junk food, tahun lalu dia mengungkapkan “tidak pernah” diet. “Aku tidak berpikir aku bisa pergi selama 40 hari tanpa ada sesuatu. Jika aku melakukan, aku mungkin akan menyerah pada cokelat dan McDonald’s. Aku belum pernah mencoba untuk memberikan apa pun sebelumnya. Aku tidak suka diet. Kelemahanku adalah permen kapas dan kentang goreng Prancis.”(nsa) Chaerunnisa – Okezone |
|
|
April 16th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
KITA mengenal batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Garut. Bagaimana dengan batik Bandung? Dibanding para sepupunya yang bergaya klasik, batik Bandung justru tampil kontemporer dengan gaya abstrak yang dicipta lewat puisi. Pencipta Batik Bandung tersebut adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar, putri dari mendiang seniman dan maestro lukis kenamaan RH Popo Iskandar. Darah seni sang ayah rupanya mengalir kental di nadi Tetet Cahyati. Tidak hanya berkutat di seni lukis, justru pencetus batik abstrak kontemporer ini merupakan seniman multimedia yang secara bertahap mencipta batik dari larik puisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam lukisan, lalu dicetak menjadi motif batik di atas sutra. Jenis batik baru yang kemudian dikenal sebagai batik Bandung khas kota kembang. Aom Kusman, presenter yang dulu terkenal dengan kuis ”Siapa Dia”, juga mengapresiasi batik Bandung besutan Tetet Popo Iskandar. ”Ini adalah langkah yang bagus dengan inovasi dari Ibu Tetet, batik akan menjadi lebih disukai anak muda. Mereka yang tidak menyukai batik klasik bisa memilih batik abstrak kontemporer ini,” komentarnya, yang mengharapkan batik Bandung bisa berkembang layaknya batik Garut dan Cirebon. Tidak jauh berbeda, istri Wali Kota Bandung, Nani Dada Rosada, pun punya pendapat serupa. ”Saya berharap dengan lebih banyak acara seperti ini, batik Bandung bisa lebih banyak dikenal masyarakat, terutama dengan adanya sentra batik Bandung di Cigadung walaupun kini masih dalam proses pembangunan,” sebutnya. ”Dengan begitu, saya harap Bandung tidak hanya akan terkenal sebagai kota wisata belanja atau wisata kuliner, tapi juga kota batik,” sambungnya. Batik kreasi Tetet memang berbeda dengan batik yang biasa ditemui. Tidak ada motif bunga, burung, atau ragam hias klasik seperti parang dan kawung yang sarat makna, melainkan berupa gambar abstrak dengan sapuan garis geometris berwarna cerah. Batik abstrak kontemporer karya Tetet tampil ekspresif, bebas, bahkan polos, yang menjadi bentuk murni ungkapan jiwanya. Read the rest of this entry » |
|
|
April 5th, 2010
Filed under:
Pakaian
|
|
|
Meski secara geografis Indonesia beriklim tropis, tak ada salahnya jika Anda mencoba mengenakan syal dalam berbusana. Selain menjaga badan tetap hangat, syal juga menjadikan Anda tampil trendi, gaya, dan beda. Aksesori yang satu ini bukan barang baru dalam industri fesyen. Pasalnya, memasuki tahun 2007, item fesyen yang satu ini mengalami peningkatan penjualan. Bagaimana tidak, butik-butik di pusat perbelanjaan kerap menjajakan aksesori penutup leher ini. Bahkan, kini syal atau yang dikenal dengan scarf semakin digandrungi. Sebagai penunjang, syal memang bisa mendongkrak penampilan. Unik dan stylish, adalah dua kesan yang ditampilkan ketika seseorang tengah mengenakan syal. Syal sendiri memiliki beragam tipe. Entah dilihat dari ukuran, bentuk, dan material yang dipergunakan. Beberapa syal bahkan didesain khusus untuk industri fesyen sebagai pelengkap berbusana. Namun, secara garis besar, syal biasanya berbentuk empat persegi panjang. Ukurannya, dari yang 50 cm sampai terpanjang hingga 100 cm lebih bisa dipilih sesuai selera. Mulai syal rajutan lebar yang tengah naik daun, woven, embroidery, crochet, dan printed pilihan yang bisa dicoba. Adapun pilihan material dari wol, cashmere, chenille, angora, dan velvet merupakan pilihan yang tepat bagi para fashionista untuk bergaya. Read the rest of this entry » |
|
|
RESESI yang mulai memudar membuat para pelaku mode mulai menyusun strategi baru untuk mengejar kerugian yang terjadi selama dua tahun. Kerugian terjadi pada para peritel besar yang biasanya mendominasi di gelaran Pekan Mode New York, London, Milan, dan Paris. Saat resesi, mereka lebih banyak diam dan mengamati kondisi dan memikirkan strategi untuk musim berikutnya dan saat ini merupakan momen yang tepat untuk memulai. Seperti yang dilakukan China, saat peritel besar dan sejumlah label internasional mundur akibat resesi, label justru mengambil alih pasar. Mereka dengan sigap mengambil kesempatan dan mengisi celah yang kosong. Gerakan tersebut terlihat di China Fashion Week selama dua musim terakhir. Kendati penyelenggara pekan mode mengumumkan bahwa musim ini jumlah label internasional yang tampil berkurang, geliat fashion week tetap terasa. Terima kasih kepada label lokal yang tetap berusaha mengobarkan semangat mode. Read the rest of this entry » |
|
|
March 20th, 2010
Filed under:
FASHION
|
|
|
PERHELATAN MAP Fashion Week untuk kali pertama diselenggarakan di Grand Indonesia Shopping Town mulai 19-28 Maret 2010. Acara yang menyajikan parade merek ternama dalam dan luar negeri ini memberikan pilihan busana yang bisa dikenakan para pencinta fesyen di Indonesia. Fesyen open-house yang tampil adalah merek-merek ternama, seperti Harvey Nichols, Raden Roro, Warehouse, Kipling, Next, Sole, Effect, Topshop, Topman, Oasis, Massimo Dutti, Tumi, Loewe, Ksubi, Sass & Bide, Diesel, Milly, Original Penguin, Lanvin, Givenchy, Max Mara, Dorothy Perkins, Steve Madden, dan Pull and Bear. Selain itu, ada juga Miss Selfridge, Salvatore Ferragamo, Paul & Joe, Farhi, Marks & Spencer, Nine West, Nautica, Lacoste, dan Zara. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memang sangat dikenal sebagai salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia. Terlebih setelah secara resmi menyatakan diri sebagai perusahaan publik sejak November 2004. Ekspansi bisnis MAP berkembang semakin pesat dengan kemampuannya menghadirkan merek-merek ritel terbaik di dunia untuk menyemarakkan dunia bisnis dan gaya hidup (lifestyle) masyarakat di Indonesia. Read the rest of this entry » |
|
|
KAUM selebriti selalu menjadi media paling jitu mengenalkan tren terkini. Tapi tidak semua selebriti bisa mengenalkan dengan benar tren anyar itu setiap saat. Seperti Paris Hilton yang mengenalkan tren motif binatang, namun sayang tidak baik untuk diikuti. Untuk mengetahui bagaimana penampilan seleb terbaru bisa terlihat begitu salah, dan bagaimana Anda bisa melakukannya dengan benar, tanpa melanggar aturan. Demikian seperti dinukil dari Dailymail, Kamis (18/3/2010). Animal prints (motif binatang) memang dapat menambahkan warna dan kegembiraan saat Anda memakainya. Bahkan, motif binatang pun dapat membuat Anda tampil gaya bila dilakukan dengan cara yang benar. Namun tidak begitu dengan Paris Hilton. Saat dia memakai motif macan tutul dari ujung kepala sampai kaki membuatnya tampak murah dan menggelikan. Read the rest of this entry » |
|



