SEBANYAK 50 pakaian ready-to-wear dan gaun haute couture dari 40 desainer mancanegara dipamerkan dalam perayaan Tahun Biodiversity di Palais des Nation Geneva Switzerland. Selphie Bong, seorang desainer muda Indonesia turut dalam acara yang dihelat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB/United Nations) ini.

Indonesia patut berbangga karena salah seorang anak bangsa, yakni Selphie Bong turut menyemarakkan perhelatan amal tersebut. Selphie bahkan merupakan desainer termuda di antara sederet desainer internasional lainnya. Didaulat menjadi bagian dari acara, Selphie membuat gaun linen hitam panjang yang beratnya hampir 8 kilogram.

Nama Selphi di kancah fesyen internasional mulai diperhitungkan. Memulai kiprahnya sejak dua tahun lalu, perancang berusia 22 tahun ini mengibarkan nama Indonesia lewat label BONG’S.

Selphie sudah sangat mengerti, bahkan telah mempraktikkan eco sustainable pada semua label pakaiannya. “Saya sangat tergila-gila dengan eco fashion, natural fiber, seperti linen, sutra, katun, dan banyak lagi. Saya sangat senang ketika klien saya memegang gaun saya dan mengatakan “Ini sutra”,” tuturnya.

Selphie menuturkan, publik sekarang semakin peduli dengan kelestarian alam sehingga memahami keberadaan eco fashion. “Kita seharusnya bersyukur, sutra dan linen sudah bisa dijangkau market manapun, dan semua orang sudah mampu menggunakan sutra,” katanya.

Dalam perhetalan tersebut, Selphie disejajarkan dengan desainer terkenal lainnya, seperti Thakoon Panichgul asal Thailand, Peter Ingwesen asal Belanda, Sarah Ratty asal London, dan Diane Von Furstenberg asal New York yang memiliki beberapa butik di mal Indonesia.

“Kami memilih desainer terbaik dunia, terbaik dalam desain dan terbaik dalam melestarikan budaya dan alam,” ucap Christina Dean, penyelenggara acara.

Peter Ingwesen, misalnya, menggunakan bahan katun yang berasal dari Uganda. Ingwersen’s menggunakan 100 persen katun organik untuk rancangan gaun malam warna hitam.

Pemilik label “Noir” ini menyatakan alasannya menggunakan bahan tersebut karena konsumen kini semakin perduli dengan pelestarian alam sehingga perdagangan bahan-bahan natural akan semakin pesat.

Sementara desainer Sarah Ratty, pemilik label “Ciel” ini menggunakan kain rami yang terbuat dari bahan natural. Kain ini sendiri masih awam digunakan, dan masih belum dipasarkan secara luas.

Beberapa isu lingkungan yang menjadi fokus kepedulian, adalah pemanasan global, hilangnya keanekaragaman hayati, buruh di bawah umur dalam industri tekstil terutama Asia, beberapa proses konvensional seperti wol kasar, penyamakan dan pemutihan kulit, pencelupan dan pencetakan tekstil menggunakan air dalam jumlah besar, penggunaan energi atau bahan kimia beracun, dan limbah.

“Industri mode telah menanggapi permintaan gaya berkelanjutan dan serat alami nampak bagus,” ujar Lucas Assuncao dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)

Incoming search terms for the article:


 


4 Responses to “Eco Fashion Selphie Bong Mendunia di Kancah PBB”

  1. Glayds Buell Says:

    Hey may I quote some of the insight from this blog if I reference you with a link back to your site?


  2. thomas sabo Says:

    interesting post, pretty much covered it all for me, thanks.


  3. Willard Volkmer Says:

    Resources like the one you mentioned here will be very useful to me! I will post a link to this page on my blog. I am sure my visitors will find that very useful.


  4. ugg Says:

    Thanks for your posting, i am just a newbie in the internet business, need to learn a lot from the gurus



Leave a Reply