Pakaian merupakan ekspresi tentang gaya hidup dan mencerminkan perbedaan status sosial. Barangkali ungkapan klasik tentang “kehormatan diri terletak pada kata-kata dan kehormatan raga terletak pada pakaian”, sangat tepat menggambarkan masalah ini.
Pakaian bukan sekadar menandai perbedaan dan kesamaan di dalam masyarakat, tapi juga media untuk mengekspresikan sikap tertentu terhadap pengaruh-pengaruh kebudayaan dan politik asing. Sejarah pakaian adalah sejarah tentang perebutan panggung publik kekuasaan, pandangan sosial, politik, ideologi, dan bahkan agama. Semua hal ini melekat-erat dalam pakaian baju, celana, sepatu, topi, dompet, ikat pinggang, dan lainnya. Sadar atau tidak, pakaian telah membentuk citra diri dan identitas setiap orang yang membedakan dengan “yang lain”.
Pakaian laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan karena jika dipandang secara psikologis dapat dilihat bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. Perempuan cenderung tidak tertarik secara visual, sedangkan laki-laki sangat mudah tertarik secara visual. Karena itu dalam hal ini banyak perempuan yang tidak bisa mengerti kalau penampilannya akan sangat mempengaruhi laki-laki di sekitarnya secara psikologis. Wajar sekali kalau bagi perempuan dalam urusan ini banyak yang akan mengatakan, “itu suatu kewajaran hanya pikiran orang yang melihatnya saja, perempuan seperti ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan menggoda laki-laki” sedangkan bagi laki-laki, perempuan sexy tersebut menggoda bahkan kadang kala merangsang laki-laki. Memang betul bahwa banyak laki-laki mempunyai pikiran kotor bahkan sebelum melihat si sexy, tetapi tanpa ada pikiran tersebut pun penampilan perempuan yang terlalu terbuka tidak bisa dipastikan mengganggu para laki-laki. Sekali lagi itu terjadi karena natur laki-laki yang mudah tertarik secara visual. Perempuan tidak bisa begitu saja menyalahkan laki-laki akan ketertarikan atau keterangsangan laki-laki kepada perempuan yang berpakaian minim tersebut. Sebaliknya, laki-laki juga tidak bisa begitu saja menyalahkan penampilan perempuan yang agak terbuka tersebut.
Demikian ulasan tentang cara berpakaian anak indonesia. Dalam kehidupan sosial, dan cara-cara ini bisa di tiru dalam kehidupan sehari – hari dalam bermasyarakat.