Tag-Archive for » Kreativitas «

Batik Ramah Lingkungan ?!

KArena sudah begitu ngetrend nya batik… nggak ada salahnya kan kalau mulai berpikir Batik harus ramah lingkungan !?. Suksesnya perdagangan batik di Indonesia sayangnya menimbulkan persoalan lingkungan tersendiri. Menurut riset, industri batik setiap tahun memproduksi kadar emisi CO2 tertinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya yang umumnya merupakan hasil dari ketergantungan industri tersebut akan bahan bakar (minyak tanah) yang tinggi.

Tak hanya itu, penggunaan air secara berlebihan oleh UKM batik juga mengakibatkan kelangkaan air bersih selama musim kemarau. Dalam keadaan tersebut, sering kali pelaku UKM beralih pada solusi air bersih yang membutuhkan pasokan energi lebih besar sehingga meningkatkan biaya produksi.

Menurut Adi, perwakilan dari Clean Batik Initiative (CBI) dalam proses produksi batik berkelanjutan mengatakan, dengan adanya program pembinaan UKM ini telah dapat menghemat 1,7 miliar per tahun untuk biasa produksinya. more »


Demokrasi Fashion Paris

Paris adalah jantung yang berdetak dan memompa denyut kreativitas, pusat tren di mana sesuatu yang baru bermula dan Paris Fashion Week Spring/Summer 2010 membuktikan hal tersebut. Dalam satu hari pertunjukan barisan nama besar memenuhi agenda para editor yang harus berlari dari satu venue ke venue lain, seperti Nicolas Ghesquire yang mempertunjukkan koleksi terbaru Balenciaga di Crillon, Balmain menghadirkan rangkaian party dresses-nya di The Grand. Sementara sang desainer Amerika Zac Posen yang menampilkan koleksi debutnya di lokasi di mana Yves Saint Laurent mengukir sejarah. Ghesquire mengembuskan napas baru pada Balenciaga dengan memberi sentuhan streetwear pada koleksi brand Parisian yang terkenal dengan sisi elegannya tersebut. Ghesquire mengeksplorasi area baru bagi Balenciaga, memberinya penampilan dan karakter anyar, tanpa meninggalkan prinsip dasar yang selalu dipegang teguh oleh rumah mode couture tersebut. Inovasi Ghesquire bagi Balenciaga adalah permainan material yang dikombinasikan dengan cutting down-to-earth, layaknya padanan tunik serta celana pipa ataupun blus dengan layer yang dikombinasikan bersama rompi bermotif kulit phyton dan bros berukuran jumbo. “Yang ingin saya lakukan adalah menunjukkan sisi maskulin dari seorang wanita,” ujar Ghesquire. Salah satu item yang diramalkan akan menjadi tren musim semi nanti adalah boyish shoes, kendatipun beberapa editor mengatakan koleksi tersebut terlihat seperti rancangan Rei Kawakubo yang dimodernisasi. Di catwalk Balmain, Christophe Decarnin tetap berpegang pada akar brand dengan menghadirkan koleksi party dress bergaya punk dan kental sentuhan khas seventies. Kulit, denim, dan kaus beraksen sobek ala Sex Pistols mendominasi runway. Sang anak emas mode Amerika, Zac Posen, yang melakukan debut runway di Paris menghadirkan koleksi dalam citra All-American bercampur napas Parisian lewat permainan bulu, bahan menerawang, belahan tinggi, serta stiletto ekstraramping. “Saya sangat mencintai Paris!,” seru Posen seusai pertunjukan. Lebih lanjut, Posen mengatakan di New York, koleksinya tidak terlalu sesuai dengan selera konsumen Amerika yang lebih praktis. Sementara di Paris, konsumen merespons positif koleksi yang ditawarkan Posen. “Saya tahu saya harus pindah ke Paris dan saya bahagia akhirnya saya bisa mewujudkan hal itu,” sambung pria yang koleksinya kerap dikenakan Rihanna tersebut. Alber Elbaz untuk Lanvin memadukan sisi praktikal juga keindahan, sementara Stefano Pilati kembali ke akar Yves Saint Laurent dengan menyuguhkan sofistikasi dalam elegansi. Marco Zanini yang kini menakhodai Rochas menonjolkan romantisme Paris yang terinspirasi dari sebuah desa di Swedia. Victor & Rolf menunjukkan sisi demokratis fashion Paris lewat napas avantgarde nan spektakuler. Adapun Dries Van Noten menawarkan maskulinitas ala militer lewat celana berpipa lebar bepalet khaki, jaket oversized, serta shirtdress katun berpalet putih yang dipadukan bersama rompi suede serta sepatu platform. Demokrasi fashion Paris juga ditunjukkan oleh Gareth Pugh yang lebih memilih pertunjukan berupa film pendek ketimbang catwalk show. Pugh berkolaborasi dengan sutradara Ruth Hogben yang menayangkan koleksi terbaru Pugh dari material jersey-silikon dan katun dalam film berdurasi 11 menit. Pugh menghadirkan koleksi musim panasnya dalam dominasi warna kelabu dengan pola geometris. Kendati film pendek tersebut tidak menjelaskan rancangan Pugh secara keseluruhan seperti runway show pada umumnya, namun setidaknya Pugh memberikan inovasi baru bagi strategi marketing mode yang kini semakin progresif dan menuntut interaksi bilateral antara konsumen dan produsen. Pertunjukkan film Pugh bisa disaksikan secara online melalui web showstudio.com


Lenny Agustin Rancang Busana 38 Finalis Puteri Indonesia

SUKSES mendandani Qory Sandioriva di ajang Miss Universe 2010 tak membuat aktivitas Lenny Agustin berhenti. Desainer kaya kreativitas ini kembali terlibat dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2010.

“Saya senang bisa men-support Pemilihan Puteri Indonesia. Ajang ini punya tujuan memberdayakan perempuan. Jadi, saya terlibat dalam mendukung kemajuan perempuan-perempuan Indonesia,” tutur Lenny Agustin yang ditemui okezone di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Menurut Lenny, dirinya diberikan kepercayaan merancang 38 busana yang akan dikenakan seluruh finalis di acara malam puncak Puteri Indonesia 2010 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, 8 Oktober mendatang.

“Saya mengambil tema ‘Lautan Indonesia’. Dalam tema tersebut, saya membaginya lagi menjadi empat subtema, yaitu ‘Air Laut, Ganggang, Terumbu Karang’, dan ‘Ikan’,” jelas desainer yang kini bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta ini.

Menurut pemilik label Lenny Agustin ini, pemilihan warna busananya pun disesuaikan dengan empat subtema. Misalnya, “Air Laut” menonjolkan busana dengan warna gradasi biru, Sementara “Ganggang” memakai busana dengan warna lebih dusty, dan “Ikan” dengan warna busana lebih colorful. Satu lagi untuk “Terumbu Karang”, Lenny banyak mengeskpos busana berwarna gelap.

“Di sini saya enggak terlalu menonjolkan karakter desain busana Lenny Agustin. Saya mengikuti tema dari panitia, sehingga busananya lebih berkesan elegan, playful dan fun. Kali ini saya coba bikin gebrakan baru,” tukas Lenny menyebut busananya banyak mengekspos mini dress dan busana two pieces. berita ini dikutip dari okezone