La Mode Berlin

BERLIN membuktikan dirinya sebagai kekuatan baru di dunia mode Eropa. Dengan semangat artistik para desainer muda dan didukung fasilitas serta sumber daya memadai, Berlin perlahan menanjak sebagai fashion capital.

Memang, jika dibandingkan dengan New York, Paris, London, atau Milan, Mercedes-Benz Berlin Fashion Week masih bukan tandingan dalam hal standar sebuah pekan mode internasional. Tapi toh, kota mode Jerman tersebut tetap punya daya tarik tersendiri, terutama bagi seniman muda dengan bujet terbatas yang kini membanjiri Berlin dengan kreativitas.

Lihat saja perhelatan Berlin Fashion Week yang didominasi desainer muda berbakat dari seluruh penjuru Eropa. ”Bagi desainer muda yang baru saja memulai bisnisnya, bujet adalah pertimbangan utama, terutama bila mereka menyasar kota-kota mode besar seperti Paris, Milan, atau London,” ujar Peter Levy, Senior Vice President IMG Fashion Worldwide, penyelenggara Berlin Fashion Week.

”Di Berlin, mereka bisa memulai bisnis dan berkreativitas karena kota mode ini menawarkan sumber daya, baik material maupun tenaga kerja dengan murah, yang menjadikan Jerman secara umum sebagai negara penuh kreativitas muda,” sambungnya.

Levy mengatakan bahwa akomodasi terjangkau yang ditawarkan Berlin menjadikan para desainer muda bebas berkreasi tanpa harus memikirkan masalah finansial. ”Keuntungannya bagi Berlin, hal itu menjadikan kota ini sebagai pusat budaya yang penuh semangat muda,” ujar Levy.

Semangat muda itu juga yang menjadikan Berlin Fashion Week sebagai pekan mode kaya warna. Kendati hanya diikuti beberapa nama besar dengan reputasi internasional seperti Hugo Boss, label asal Jerman, ataupun Calvin Klein yang memutuskan untuk mempertunjukkan koleksinya di Berlin Fashion Week untuk 2010, panggung mode Jerman tetap menunjukkan warna berbeda yang pantas menjadi incaran buyer.

Sebut saja label asal Berlin Kaviar Gauche yang pernah mempertunjukkan koleksinya di London dan Paris sebelum memenangi penghargaan di inaugurasi Berlin Fashion Week, menyajikan koleksi memikat lewat kombinasi feminin dalam gaya dinamis.

”Berlin adalah kota mode yang sangat edgy, di sini kreativitas lebih banyak dimainkan ketimbang komersialitas,” ujar salah satu desainer Kaviar Gauche, Johanna Kühl, yang bersama-sama dengan partnernya, Alexandra Fischer-Roehler, meraih sukses lewat Berlin Fashion Week. Kini, setelah rutin tampil di Pekan Mode Berlin, Gauche pun kerap mempertunjukkan koleksinya di Jepang, Hong Kong, Paris, dan London.

Apa yang dilakukan Gauche serta desainer muda Berlin lainnya menarik perhatian buyer, yang kebanyakan merupakan buyer domestik. Namun demikian, Levy mengungkapkan, sejak dirilis pada 2007, Berlin Fashion Week telah jauh berkembang. ”Dari awal penyelenggaraan, saat ini desainer yang mengikuti pekan mode ini telah bertambah empat kali lipat, begitu pula dengan buyer dan pihak media yang datang untuk meliput,” papar Levy yang mengatakan fashion media dari seluruh penjuru Eropa bahkan Amerika, kini rutin meminta undangan.

Karena itu, untuk semakin mendukung pelaksanaan Berlin Fashion Week, IMG Fashion Worldwide kini menggabungkan pekan mode tersebut dengan dua event fashion reguler Berlin, yakni trade show dengan orientasi street wear, bread & butter serta premiere yang lebih eksklusif.

Valerie Steele, Direktur dan Kepala Kurator The Museum at the Fashion Institute of Technology, mengatakan bahwa Berlin Fashion Week merupakan gerbang mode yang bagus bagi busana Jerman. ”Ada sesuatu yang edgy dengan gaya fashion Jerman yang tidak dimiliki kota mode lain, tidak seperti Paris yang elegan atau Milan yang klasik, Jerman menawarkan gaya yang lebih funky, dan saya rasa hal itulah yang menarik kaum muda,” paparnya.

Tidak hanya itu, Berlin Fashion Week juga membuktikan diri sebagai trendsetter dalam skala yang lebih kecil. Bila Paris, London, dan Milan mengubah arah tren, Berlin memberikan arahan yang lebih kasual dari cara bergaya dengan sentuhan yang funky ala street style, namun di atas catwalk.

Incoming search terms for the article:


Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>